puisi tentang menunggu
-
Kaleng Biskuit dan Langit Mendung
Di bawah langit mendung, menunggu
menunggu ojek datang, pelan
seperti kaleng biskuit bekasJahit waktu dengan sabar
jahit dengan jarum tajam
menembus kain hari iniDalam cermin, ada bayang
bayang yang tak harus selesai
seperti langit mendung ini
-
Kabel Listrik di Udara
Di depan pintu logam ini, aku menunggu,
detik berderak seperti suara
kabel listrik melintang di udara.Keheningan menggantung, dingin menusuk,
namun aku berusaha tersenyum,
meski hati berbisik pelan.Apakah Kau mendengar bisikan ini,
di antara deru mesin dan nafas?
Aku berharap, berharap tak sia-sia.Pintu tetap tertutup, waktu melambat,
namun aku sadar, di balik semua …
-
Pintu Kamar Kos
Di balik pintu ini,
suara berbisik,
mencari celah,
di antara daun ketapang
yang gugur
satuMomen terhenti,
jeda panjang,
mengisi ruang batin
yang retak
seolah menunggu
keindahan
