puisi tentang perasaan terabaikan
-
Gelas Bening Berembun
Di lorong ini, aku menunggu, menunggu
seperti gelas bening berembun, menggenggam dingin
yang tak kunjung pudar dalam diam.Kata-kata meluncur, mencari telinga, telinga
yang tak pernah menjawab, hanya gema
menyadarkanku, bahagia tak selalu utuh.
