Di lorong ini, aku menunggu, menunggu
seperti gelas bening berembun, menggenggam dingin
yang tak kunjung pudar dalam diam.
Kata-kata meluncur, mencari telinga, telinga
yang tak pernah menjawab, hanya gema
menyadarkanku, bahagia tak selalu utuh.
Di lorong ini, aku menunggu, menunggu
seperti gelas bening berembun, menggenggam dingin
yang tak kunjung pudar dalam diam.
Kata-kata meluncur, mencari telinga, telinga
yang tak pernah menjawab, hanya gema
menyadarkanku, bahagia tak selalu utuh.
Leave a Reply