puisi tentang percakapan batin
-
Empty Balcony at Dusk
The wind stirs softly, whispers
across the empty terrace, brushing
past the shoes lined like soldiers.I speak to the wall's silhouette,
words almost misspelled in thought,
as if they too have given up.Breathing matches the pulse,
each exhale a quiet resignation,
finding grace in silent surrender.Yet, as I pause, the world moves,
…
-
Kaleng Biskuit dan Telepon
Di meja, kaleng biskuit bekas menganga
Tempat jarum dan benang berserakan
Mengisi hari-hari yang terasa panjang
Seperti napas yang kutarik perlahan
Sebelum suara telepon memecah sunyi
Mengulang kata yang pernah terucap
Tapi kini rasanya berbedaKata orang, hidup ini memang tak mudah
Seperti benang kusut yang harus diurai
Namun di sela keruwetan itu, ada senyum
…
-
Seragam dan Bus Malam
Di sudut kamar, baju seragam tergantung
Seperti menunggu bisikan dari perjalanan
Kau berbicara pada dinding, mencari
Jejak langkah yang tertinggal di bus malam
Kata-kata terhenti di antara spasi
Mengingat dompet yang hilang
Di balik kursi yang tak lagi bergerakRitme malam mengalun, kering dan berirama
Langkah-langkahmu bergetar, tak tentu arah
Seragam itu menyimpan cerita sekolah
…
-
The Sound of Raindrops
In the quiet room, the clock ticks,
each beat a whisper of time lost.
Raindrops dance on the tin roof,
a melody of forgotten dreams,
pausing in the darkened corners.I speak to shadows that linger,
holding secrets of what was once.
The rain fades, leaving only echoes,
and the clock resumes its steady march,
…
-
Detik Jam dan Adzan Magrib
Detik jam berbisik pelan
Di antara temaram senja
Suara adzan jauh mengalirKau ada di sana, tak terlihat
Mengintip dari balik tirai malam
Satu, dua… detak berulangHening ini, bukan musuh
Hanya ruang, untuk bernapas
Di antara gema adzanAku bicara pada diriku
Memaafkan yang tak terucap
Tanpa harus dimengerti
