puisi tentang ruang batin
-
Kipas dan Sendal di Pintu
Rambut basah menari di depan kipas,
mengurai kenangan tanpa suara.
Sendal jepit diam di dekat pintu.Di antara hembusan angin,
terdengar bisikan yang tak datang lagi,
mengisi ruang yang kau tinggalkan.Kutatap langit-langit, putih dan tenang,
seperti menunggu jawaban,
dari waktu yang kini membisu.Dalam keletihan ini,
kulihat cahaya kecil menari,
menyambut hari baru.
-
Pintu Kamar Kos
Di balik pintu ini,
suara berbisik,
mencari celah,
di antara daun ketapang
yang gugur
satuMomen terhenti,
jeda panjang,
mengisi ruang batin
yang retak
seolah menunggu
keindahan
-
Newspaper on the Coffee Table
The sun pours through the window,
a newspaper rests, pages slightly curled.
Words pause, like breaths held,
on the woven mat, stories unfold.An empty cup, its warmth a memory,
echoes of conversations linger.
In the silence, headlines whisper,
tracing paths of long-gone laughter.Between lines, a quiet reflection
rests on the surface, yet unseen.
…
