puisi tentang ruang dan waktu
-
Balon di Ruang Tunggu
Di ruang tunggu yang sepi ini
suara kipas angin berdecit pelan
menemani detik-detik kala balon
terlepas dari genggaman tangan kecil
mengambang ke langit-langit yang tinggi
seperti harap yang perlahan menjauh
meninggalkan jejak samar di udara.Di luar jendela, langit menampung
sebuah kisah yang tak terucap
balon itu melayang tanpa arah
mengikuti angin yang berbisik
sedang …
-
Jendela dan Ember Air
menunggu di ruang dingin,
diam-diam waktu merayap
seperti air menetes dari ember
di kamar mandi yang sepi
menyisakan jejak basah di lantai
mata tertuju pada jendela
di luar, dunia seakan berhentidi ruang ini, pikiran berkelana
seperti aliran air, mencari celah
mengisi kekosongan yang ada
kesadaran tumbuh dalam sunyi
mengisi ruang yang tak terucap
dan …
-
Kipas dan Tikar di Ruang
Angin berputar, rambut basah mengering
Di atas tikar ruang tamu, aku duduk
Mendengar bisik lembut dari dalamSuara pelan, menahan tangis yang bergetar
Menghitung jarak antara kata dan rasa
Seperti daun gugur di musim keringKipas berputar, waktu berjalan pelan
Membawa kenangan yang tak terucap
Di ruang ini, hanya ada aku dan anginMenerima tanpa …
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Di ruang gelap, detak jam terdengar
Seperti hujan di atap seng tua
Mengisi celah sunyi yang merayap
Menit demi menit, kenangan terurai
Seolah mencari jalan pulang
Ke masa lalu yang belum selesai
Yang tertinggal di ujung malamRuang ini penuh dengan bisikan
Yang tak pernah benar-benar hilang
Meski waktu terus bergerak maju
Seperti hujan yang …
-
Papan Nama yang Pudar
Di ruang dingin, waktu melambat,
papan nama toko di seberang, pudar,
seorang pria menunggu, tenang,
pikirannya melayang pada hasil.Tanda-tanda tua di dinding,
memberi isyarat masa lalu yang hilang,
cinta tak lagi jadi jawaban,
hanya sisa-sisa harapan yang tersisa.
-
Morning Door Latch
The door clicks shut, echoing softly
softly, the fan creaks in the silence,
silence that wraps the room, a blanket
blanket of thoughts, swirling, restless
restless like the wind outside, whispering
whispering of what we thought was enough.Enough to fill the spaces, these walls
walls that hold secrets, murmuring
murmuring of mornings past, the …
-
Asbak Penuh Abu
Di ruang tunggu ini, aku menunggu, menunggu
Menghitung detik yang menguap di udara
Asbak penuh abu, saksi bisu
Kepada siapa aku bicara, bicara
Tentang luka yang tak sembuh
Yang menari di tepi kesadaranKursi-kursi berderit, berderit
Memanggil nama yang tak pernah dikenal
Seolah ingin berbagi cerita
Namun kita hanya bertukar pandang, pandang
Dalam diam yang …
