Asbak Penuh Abu

Di ruang tunggu ini, aku menunggu, menunggu
Menghitung detik yang menguap di udara
Asbak penuh abu, saksi bisu
Kepada siapa aku bicara, bicara
Tentang luka yang tak sembuh
Yang menari di tepi kesadaran

Kursi-kursi berderit, berderit
Memanggil nama yang tak pernah dikenal
Seolah ingin berbagi cerita
Namun kita hanya bertukar pandang, pandang
Dalam diam yang lapar akan makna
Menertawakan luka yang tak sembuh

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *