puisi tentang ruang kosong
-
Lorong dan Seragam Sekolah
di lorong ini, waktu bergerak lambat
gemuruh langkah kaki samar terdengar
dinding putih menyimpan cerita
baju seragam sekolah tergantung di sana
seperti kenangan masa lalu yang setia
menunggu panggilan, detik terasa panjang
ruang kosong ini penuh harapansaat suara datang, aku tetap diam
menyimak bisikan yang tak terucap
baju seragam itu mengingatkan
tentang perjalanan yang …
-
Kursi dan Jemuran di Halaman
kursi-kursi kusut, letaknya berserakan
sisa percakapan yang tak pernah terucap
di halaman, jemuran bergoyang pelan
angin membawa sisa tawa yang samar
di antara tali jemuran yang mengendur
ada ruang kosong yang tak terisi
seperti dialog yang hilang di udaratamu-tamu pergi, meninggalkan jejak
di tanah, di rumput yang terinjak
kata-kata yang tak sempat terucap
kembali …
-
Ashtray at Dawn
In the hollow room, silence echoes
a prayer breaks through, gentle yet firm
from the minaret, it spills over
filling the morning air with restless notes
I pause, as if caught in a net
as the ashtray overflows with yesterday's regrets
and the night lingers in the cornersThe call, it rises and falls like …
-
Halaman Setelah Pesta
di sudut mata, sapu menari,
menyisir sisa langkah yang pergi.
angin membawa bisik pelan,
seperti cerita yang tak ingin diulang.
motor melintas, cermin di jendela,
membawa pergi gema tawa yang redup.daun-daun gugur, percakapan sunyi,
terhampar di atas tanah yang lelah.
jejak kaki menguap, hilang di udara,
meninggalkan ruang yang tak ingin diisi.
di antara …
-
Baju Seragam dan Doa
Menutup laptop, pikiran melayang
di antara suara doa samar
tak tahu siapa mengucap
baju seragam tergantung di kursi
menunggu pagi datang
dengan tenang tanpa tanyaJam dinding berdetak pelan
seperti mengingatkan waktu
yang terus berjalan
tanpa henti, tanpa kita
di dalam kamar ini
mendengar doa yang menjauhMenghapus subjek dari pikiran
menyisakan ruang kosong
untuk …
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
di bawah tempat tidur, gelang kecil terselip,
suara anak-anak bermain petak umpet,
mengisi ruang yang dulu hangat,
sekarang dingin namun berusaha ramah,
menyambut keheningan yang menetapaku meraih kenangan, tak berbisik,
gelang itu mengingatkan, tanpa janji,
bahwa rindu, bagai angin,
tak perlu kembali ke asalnya,
cukup mengisi ruang kosong dengan tenang
