Langkah di Tangga Kos

Suara kipas angin berdecit pelan,
mengiringi langkah yang pergi,
menyusuri anak tangga perlahan.
Di antara dinding yang memisahkan,
ada ruang yang tak terucap,
tempat aku menunggu diam…
dan waspada dalam tenang.

Di luar jendela, malam merayap,
menyentuh hati dengan dingin,
memanggil kenangan yang tertinggal.
Langkah itu menjauh,
meninggalkan jejak samar,
di tangga yang basah oleh hujan,
seolah mengucapkan selamat tinggal.

Sementara suara kipas terus berputar,
mengisi kekosongan yang ada,
aku tertawa sendiri, menertawakan luka…
yang tak pernah sembuh benar.
Malam ini, aku berdamai,
dengan kepergian yang menyisakan,
ruang untuk menertawakan luka.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *