Menyapu sisa pesta yang telah berlalu,
gemerisik daun kering di bawah sapu,
suara anak-anak bermain petak umpet,
terdengar dari kejauhan, samar.
Langit merentang luas, tanpa awan.
Menggugah ingatan yang tak ingin bicara.
Langkah kaki kecil berlari, bersembunyi,
tawa mereka membelah sepi sore.
Aku mendengar suara sendiri,
berbisik pelan, takut menggema.
Sapu bergerak, menghapus jejak,
dari pesta yang takkan kembali.
Tangan ini terus bekerja pelan,
mengumpulkan sisa-sisa kenangan.
Sementara bayang-bayang anak-anak,
memanggil-manggil dari balik pohon.
Rindu itu datang, tanpa diundang,
mengisi celah antara detik.
Namun, rindu tak harus kembali,
ia bisa tinggal di tempatnya.
Seperti suara petak umpet,
yang hanya terdengar ketika hening.
Halaman ini menyimpan cerita,
tapi tak semua harus kembali pulang.
