Kakiku terbenam dalam pasir,
Tiada sinar mentari yang bersinar,
Hanya desiran ombak menambah lelah,
Senja menjelang, waktu tak tertepis.
Manusia berlari mengejar bayang,
Demi impian yang tak kunjung datang,
Jangankan untuk beristirahat,
Menyadari hidup terasa terlewat.
Pelaut tanpa arah,
Tak ada waktu selain berlayar,
Letih pun tak pernah terasa,
Hingga akhirnya terdampar di pantai,
Menghitung semua yang telah hilang,
Di depan gerbang kehidupan yang panjang.
“Hidup ini sementara, nikmati setiap detik, berlayar secukupnya, bersenang-senang secukupnya, dan berdoa sebanyak-banyaknya”
Tag Puisi: refleksi diri
-
Jejak di Pasir
-
Kedamaian Senja
Mentari yang meredup lembayung,
Meninggalkan jejak di ufuk jauh.
Berdiri di tepi pantai sepi,
Katanya ombak mengajak bicara;
Tapi biarlah sunyi,
Biarlah ku nikmati senja ini.
Aku ingin sendiri,
Menuliskanmu dalam angin.
Menghapus rasa yang menggelora,
Meski di luar gelombang tak henti.
Sudahlah, senja seperti harapan,
tak mungkin kembali ke malam lagi.
Dan aku terdiam
…
-
Menemukan Jejak
Hentikan sejenak langkahmu,,
resapi deru ombak,,
siapa tahu disana,,
tersembunyi harapanmu,,
pejamkan matamu,,
hingga gelap menyapa,,
dibawah sinar bulan,,
hingga terang,,
akan kau temukan makna hidup ini,,
sepenuhnya,,
dan kau akan pulang pada cahaya-Nya
-
Refleksi di Tengah Hujan
Di bawah rintik, aku berdiri
Menghadapi jendela berembun
Mencari arti di balik derai
Tanpa peduli basah yang menyentuh
Aku seorang wanita,
Apa yang kuinginkan?
Mengapa keraguan membelenggu?
Kata orang, suara lembut bisa mengubah segalanya,
Tapi benarkah itu nyata?
Aku berusaha menerima
Menjadi pemimpin bukanlah hal sepele
Aku ibu yang harus tegar
Aku juga istri yang setia dan berbakti
Aku anak yang patuh pada orang tua
Aku pejuang yang siap berkorban untuk bangsa
-
hutan yang merintih
di tengah hutan
kupejamkan mata
lelah tak tahu harus ke mana
terbaring di atas dedaunan
dihiasi dengan serpihan ranting yang berserakan
hanya bisa terdiam
dan hanya bisa merenung
pohon-pohon yang dulu megah
kini layu tak terurus
rumput dan semak pun menertawakanku, mencaciku yang hanya berdiam diri
hembusan angin yang dulu menyejukkan
kini samar ku rasakan..
ingin ku peluk dan nikmati
namun angin yang berhembus tak dapat ku rasakan
hutan ku tercemar !!
hutan ku terluka !!
lihatlah..
renungilah..
sadarkah kita ..
dan tahukah kita apa yang telah terjadi pada hutan kita ?
selamatkanlah…..
selamatkan hutanku dari kerusakan !
-
Pilihan di Persimpangan
Mengapa dunia penuh dengan jalan?
Jalan yang membingungkan untuk dipilih,
Jalan yang harus diambil hanya sekali.
Mengapa kita perlu memilih?
Walau terasa berat,
Seperti menjawab pertanyaan yang tak terjawab,
Jika kiri adalah senja dan kanan adalah fajar,
Apa yang harus kupilih?
Apakah kau tahu?
Pilihan hari ini akan membentuk aliran esok,
Hanya perlu mengerti,
Keputusan harus diambil,
Walau kita tak tahu
Entah kiri atau kanan,
Entah A atau B,
Entah senja atau fajar,
Mana yang terbaik.
Hanya perlu percaya,
Fajar lebih baik untuk burung,
Dan senja lebih baik untuk kupu-kupu.
Pilihan membuat masa depan tampak misterius,
Keputusan akan menciptakan takdir,
Itulah sebabnya,
Takdir adalah sebuah misteri.
