Kakiku terbenam dalam pasir,
Tiada sinar mentari yang bersinar,
Hanya desiran ombak menambah lelah,
Senja menjelang, waktu tak tertepis.
Manusia berlari mengejar bayang,
Demi impian yang tak kunjung datang,
Jangankan untuk beristirahat,
Menyadari hidup terasa terlewat.
Pelaut tanpa arah,
Tak ada waktu selain berlayar,
Letih pun tak pernah terasa,
Hingga akhirnya terdampar di pantai,
Menghitung semua yang telah hilang,
Di depan gerbang kehidupan yang panjang.
“Hidup ini sementara, nikmati setiap detik, berlayar secukupnya, bersenang-senang secukupnya, dan berdoa sebanyak-banyaknya”
Tag Puisi: waktu yang terbuang
-
Jejak di Pasir
-
Di Ujung Senja
kuharap kita dapat bertemu di ujung senja
seperti embun yang tak jatuh dan suara yang tak terucap
mengalir lembut, menari seirama alunan hati
sekelebat cahaya samar
aku menulis di atas pasir basah berbisik lembut
bola mataku terantuk bayang-bayang menanti
kemarin dan hari ini telah hampa dan sepi
esok semoga tak lebih kelam menyelimuti
kucari jejakmu di balik awan menanti mentari
kuangkat harapan bagaimana datangnya sinar pagi
kubelah cakrawala biar kapal pelaut terombang-ambing
aku sadar rambutku sedikit berantakan, walau pikiran tak jernih
kemanapun langkahku melangkah jauh
kau tak akan pernah ada dan hadir dalam hidupku.
