Butir embun menetes di dedaunan..
Diam-diam menyimpan rasa yang dalam..
Menyentuh hati yang terluka..
Keindahan hanya bayang-bayang yang samar..
Tag Puisi: cinta yang tak terbalas
-
Embun Kesedihan
-
Jejak yang Hilang
Kau adalah jejak yang terukir di pasir
Sedang aku hanyalah bayang yang tak terjamah
…
Kau melangkah jauh, meninggalkan jejak
Sementara aku terperangkap dalam sunyi
-
Hujan di Tengah Malam
Hujan menari di atap
Seperti detak jantung yang bergetar
Rasa ini hancur berkeping-keping
Cinta yang hilang dalam kelam malam
Bahkan rintiknya deras
Mengguyur jiwa yang merana
Kapal-kapal harapan tenggelam
Orang-orang yang berlari tak berdaya
Hujan sedang merindu sayang
-
Kau Embun Pagi, Kau Hujan Malam
Antara embun pagi dan hujan malam
kita selalu bertanya apa makna rasa
antara sahabat, cinta dan musuh
sering terbayang bentuk hubungan itu
kelabu dalam definisi yang samar
Sembilu terbenam dalam jiwa
tercapai mentaliti untuk memahami dunia
terbantu hasrat saat mengenal diri
lebih tepat, “menemukan diri”!
Bukan merendah bukan meninggi
aku mungkin segalanya hanya bukan sesiapa
cuma nama yang tak terucap
atas dasar panggilan semata
kadang terfikir
dimana harga diri yang kupegang selama ini?
Seterusnya ini membawa kepada kelayakan
antara aku, kau dan kita
sememangnya tak tercapai harapanmu
sebab itu aku samakan kau dengan embun pagi
sumber kesejukan yang hilang saat mentari
sebab itu aku samakan kau dengan hujan malam
membasahi jiwa yang merindu ketenangan
Kutafsir kau mudah
Kau embun berkilau
Kau hujan mengguyur
-
di antara bintang-bintang
Gelap menyelimuti malam,
Gemuruh angin berbisik dalam jiwaku.
Hangatnya terasa.
Kesunyian merangkulku erat.
Bersama sepasang bintang yang selalu mengawasi.
Sementara mereka tertawa riang di angkasa,
Bising… menyatu dalam derasnya rasa.
Rasa yang membuatku rapuh.
Sedang kau selalu bersinar lembut menatapku.
Cahaya-Mu menyimpan sejuta cerita.
Sinar yang selalu menggores dan melukai hatiku.
Jenuh rasanya…
Namun, terlalu lemah diri ini untuk melawan.
Beralih pun aku tak sanggup.
Kau terus menemaniku dalam setiap detak jantungku.
Pasrah.. ku bersimpuh dan bersujud di hadapan-Mu,
Dengan akal yang dangkal dan gersang…
-
Kue dan Rindu
Kau memilih manisnya kue,
Menurutmu lebih menggoda,
Bandingkan dengan yang kutawarkan, hanya secangkir kopi biasa,
Yang harganya tak seberapa.
Saat rasa memberi arti,
Pada apa yang kau pilih untuknya.
Semahal apapun itu, rasanya akan sama,
Sama pahitnya.
Padahal…
Apalah arti kue ini,
Hanya menambah berat dan rasa bersalah.
-
Ujian Hati
Jika cinta adalah embun,
maka kita takkan pernah kering,
jika cinta adalah samudera,
kita akan tenggelam dalam biru,
jika cinta adalah nyanyian,
kau dan aku takkan pernah berirama,
sebab cinta bukan untuk kita berdua,
dan bunga cinta adalah prajurit,
hingga batas terendah,
cinta pun terus teruji,
-
Kebahagiaan yang Terpendam
Kupikir kau telah pergi,
dan melupakan jejakku,
dan meremehkanku,
tapi ternyata masih ada,
api yang menyala,
tapi bukan untukku,
aku terjebak,
letih,,dan tak tahu jalan,
tapi nanti saat aku melangkah,
dan kau bersinar,
aku akan merasakan bahagia melihatmu,
-
Hening Dalam Keramaian
Di tengah keramaian..Jiwaku merindukan pelukan hangat.
Selalu berharap ada yang mengerti,
Di antara tawa yang menggema,
Ada rasa sepi yang tak terungkap.Kadang rasa iri menyergap,
Melihat pasangan yang saling berbagi,
Seperti bintang yang bersinar,
Sementara aku terjebak dalam bayang.Pertanyaan ini datang mengganggu,
Kapan aku bisa merasakan cinta itu?
Sebuah kejujuran yang tak terelakkan,
Dalam kalimat sederhana..”AKU SENDIRI”.
-
Lagu untuk Bintang
Seuntai nada kupersembahkan
Untukmu yang bersinar terang
Dengan irama penuh rasa
Atas sinarmu yang menghangatkan
Kau hapus gelapku
Berikan harapan yang berkilau
Dengan cahaya
Kau ajarkan arti hidup
Namun apa daya, tak mampu kubalas
Bahkan, seribu bulan tak cukup menggantikan kasihmu
Yang kubawa hanyalah
Kesedihan dan kerinduan bagimu
Dengarkanlah lagu ini
Hingga ku dapat memohon padamu
Hingga kudapat ungkapkan
Ku mencintaimu Bintang
-
Kekosongan yang Menghantui
Pengecut!!!
Ujarku dalam hati…
Karena aku berani merindu tapi begitu takut akan kehilangan…
Dan kini waktu semakin sulit untuk dipahami,
Seperti harapan yang kadang pudar lantas membisu…
Dan sepasang tangan hampa itu aku,
Yang tak lelah selalu mencari jejakmu…Sejenak tadi,
Selimuti senja mengingatkan akan tawamu…
Jika saja,
Seandainya,
Bila mungkin,
Masih bisakah,
Sudahlah! rindu ini masih terjaga untukmu…
Dan seribu alasan yang tak dapat aku ungkapkan,
Mengapa padamu rasa ini harus kupersembahkan…
-
Di Ujung Senja
Jangan kau tanya tentang pelabuhanku, karena telah ku titipkan di hatimu..
Jangan kau tanya siapa diriku, karena namaku sirna saat kau hadir.
Aku mencintaimu..
Maka berapa banyak waktu harus ku habiskan agar bisa merasakan cintamu.
Berapa malam yang ku lalui agar bisa melihatmu dalam mimpi?
Berapa tahun ku harus memanggil namamu agar kau mendengar detak jantungku?
Berapa tahun ku harus merintih agar kau tahu betapa dalamnya lukaku?
Mengapa langkahku dan langkahmu seperti terjalin tak terpisahkan..
dan mengapa kau selalu ada dalam setiap hembusan angin?
Barangkali manusia bisa menghapus jejak yang telah tertinggal..
namun ia takkan pernah bisa menghapus rasa yang terpatri di jiwa.
-
Menggapai Angin
Aku ingin merangkulmu,
Menyentuh setiap detak jiwamu,
Namun badai tak terduga,
Menghantam harap yang terpendam,
Rasa ini terjaga,
Seperti embun di pagi buta,
Tak mampu memberi arti,
Selalu terjebak,
Dan melayang dalam sepi.
-
Jejak di Pasir
Angin berbisik, ke mana langkahmu melangkah?,
Tak seperti biasanya, suara hati ini terdiam,
Rindu yang tak terucap, menggelitik jiwa,
Dialog sunyi antara aku dan bayang-bayang harapan.Tak ada lagi gema senyummu yang menyapa,
Atau tawa ceria yang menari di telinga,
Tak ada lagi hangatnya pelukanmu,
Pagi ini sepi tanpa cahaya matamu yang biasa menyinari,
Kepada siapa akan kupersembahkan rasa,
Pada bintang-bintang jauh yang hanya bisa berkelip dan menghilang?
-
Lagu di Antara Ombak
ombak malam menyapu kenangan
tersembunyi dalam relung hatiku yang bergetar
beberapa bait kembali seperti pasir
mengalir di aliran darahku yang berapi
kemudian memudar menyesapi getir
akan ketidakpahaman cinta yang tak terucap
oleh jiwa-jiwa setelahmu
jangan kau kira ada yang sebanding
dalam hal mencintai
tidak pula dengan embun pagi yang abadi
air mata akan menuntunku
kembali menelusuri gelap pikiran
setelah kepergianmu
untuk menemukanmu kembali
terdiam menanti cahaya
yang akan memancarkanmu
menjadi bulan dan kilau bintang
menyatu dan menjadi harmoni
atau rasa yang manis
di atas samudera tenang yang memantulkan
cahaya-cahaya bintang di langit selatan dan
akan kukembalikan kau ke sana
seperti Orion secerah-cerahnya.
