Jangan kau tanya tentang pelabuhanku, karena telah ku titipkan di hatimu..
Jangan kau tanya siapa diriku, karena namaku sirna saat kau hadir.
Aku mencintaimu..
Maka berapa banyak waktu harus ku habiskan agar bisa merasakan cintamu.
Berapa malam yang ku lalui agar bisa melihatmu dalam mimpi?
Berapa tahun ku harus memanggil namamu agar kau mendengar detak jantungku?
Berapa tahun ku harus merintih agar kau tahu betapa dalamnya lukaku?
Mengapa langkahku dan langkahmu seperti terjalin tak terpisahkan..
dan mengapa kau selalu ada dalam setiap hembusan angin?
Barangkali manusia bisa menghapus jejak yang telah tertinggal..
namun ia takkan pernah bisa menghapus rasa yang terpatri di jiwa.
Tetesan di Ember
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…

Leave a Reply