Aku pemuda, dia gadis
Aku melihatnya, dia melihatku
Hatiku bergetar, lalu bertanya
“Maukah kau jadi teman hidupku?”
Dia tersenyum, tanda setuju
“Tapi ada syarat yang harus kau tahu,” katanya
“Sampaikan saja! apa syaratnya,” kataku
“Aku butuh banyak kasih sayang”
“Hanya itu !?” tanyaku
“Ya, hanya itu, Cinta, Kesetiaan, Perhatian, dan Komitmen.”
“Jadi kapan kau akan mengajakku?” sambungnya kemudian
Tak menjawab, aku melangkah pergi, takut akan PERMINTAAN.
Tag Puisi: hubungan yang rumit
-
Permintaan Tak Terduga
-
Kau Embun Pagi, Kau Hujan Malam
Antara embun pagi dan hujan malam
kita selalu bertanya apa makna rasa
antara sahabat, cinta dan musuh
sering terbayang bentuk hubungan itu
kelabu dalam definisi yang samar
Sembilu terbenam dalam jiwa
tercapai mentaliti untuk memahami dunia
terbantu hasrat saat mengenal diri
lebih tepat, “menemukan diri”!
Bukan merendah bukan meninggi
aku mungkin segalanya hanya bukan sesiapa
cuma nama yang tak terucap
atas dasar panggilan semata
kadang terfikir
dimana harga diri yang kupegang selama ini?
Seterusnya ini membawa kepada kelayakan
antara aku, kau dan kita
sememangnya tak tercapai harapanmu
sebab itu aku samakan kau dengan embun pagi
sumber kesejukan yang hilang saat mentari
sebab itu aku samakan kau dengan hujan malam
membasahi jiwa yang merindu ketenangan
Kutafsir kau mudah
Kau embun berkilau
Kau hujan mengguyur
-
Kekasih yang Terluka
Kekasihku yang terpuruk
Walau kau lelaki yang konyol
Aku masih berjuang sayang
Karena kau masih punya harta
Kalau tidak, pasti sudah ku usir
Atau langsung ku tinggalkan
Do’akan aku yang….
Jangan sampai sabar ini pudar
Dan membuatku marah
Tapi bila ku ingat kau berselingkuh
Dengan wanita yang tak berharga
Ingin rasanya kutabur duri
Di sekitar barang-barangmu
Agar kau merintih-rintih… rintih… rintih… rintih…
