musim hujan telah tiba,
dan siap menari,
musim panas terbenam,
tak ada jejak,
akan kutemukan langkahku,
dan nyalakan setiap bintang,
katanya,
siapkan hatimu,
dan sampaikan pada dunia,
semua yang memilih harapan adalah jiwa yang beruntung.
Tag Puisi: keberanian untuk mencintai
-
Mencari Cahaya
-
Aku dan Kesunyian Hati
Aku dan kesunyian hati
merasa jauh dari sinarmu
padahal kau begitu dekat dalam jiwa
beritahulah aku dengan segenap rasa
apa yang terpendam di dalam benakmu
bukan sekadar janji yang terucap
perhatikanlah aku dan kesunyian ini
menyimpan cinta dalam sepi
apakah hidupku hanya berisi kesedihan?
apakah hanya kesedihan yang mengisi hariku?
hanya ada kesedihan dalam hariku
apakah hidupku hanya kisah tentangmu?
apakah hanya kisah tentangmu yang menghuni jiwaku?
hanya ada kisah tentangmu dalam jiwaku
ambilah kesedihanku
sebagai teman dalam perjalananmu
biarkan diriku tenggelam dalam kesunyian
aku akan selalu mencintaimu
hingga akhir cerita hidupku
mintalah janji dengan sepenuh hati
maka akan kuberikan segenap jiwa ini
-
Menyambut Angin Baru
Jika kau ingin ku sambut kembali
Dengan sepenuh jiwa
Aku masih terjaga sendiri
Kau bukan lagi yang pernah ada
Seperti embun pagi yang telah sirna
Jangan ragu! Tentang kita dengan berani
Jika kau ingin ku sambut kembali
Untukku sendiri namun
Dengan bayang-bayang, aku enggan berbagi.
-
secangkir teh harapan
Hangatnya menantimu seperti teh melati,
yang tak pernah tahu kapan ia akan mekar,
seperti dirimu yang tak kunjung bisa kulupakan,
tapi hanya menyisakan rasa pahit tanpa manisnya.
Senyummu bagaikan gula yang larut,
menyembunyikan kepahitan dari teh melati,
tapi menipu rasa,
keaslian cinta yang kau janjikan.
Aku ingin dirimu seperti teh hijau,
yang pasti tahu kapan ia akan bersinar,
dengan suhu yang sejuk namun pasti,
matang dan menawan.
Aku sang peracik yang akan menyajikan secangkir teh,
peneman jiwa kita berdua,
bercerita tentang keselarasan,
menjadi secangkir teh peneman hati yang sepi.
-
Rasa yang Tak Terduga
Ikatan ini seperti kopi,
amerah dan pahit,
secangkir hangat yang menghangatkan,
terkadang menyengat,
seperti rempah yang menggoda,
selalu ingin diseruput lagi,
cinta,
cinta seperti embun,
tak peduli,
akan selalu ada di pagi hari,
dan takkan pernah pudar,
dan saat kau temukan seseorang yang membuatmu bergetar,
jangan sia-siakan untuk mengucapkan,
aku mencintaimu,
-
SANG SURYA DI BALIK AWAN
mengukir cahaya dalam gelapnya malam
hanya akan membuat rembulan itu
seperti embun pagi yang terhapus
oleh hangatnya sinar mentari.
sungguh, tak mampu aku mencari
sebuah makna yang terlampau samar,
dengan warna yang lebih pudar dari
cahaya bintang menjelma
keheningan di tengah riuhnya.jika kelak terlintas tanya dalam
benakmu yang bimbang itu,
dari apa jiwa para pelukis terlahir?
sebab hadapilah cermin yang
tak menyimpan rahasia;
awan berarak di pelupuk matamu,
nyanyian burung bersemayam pada
suara lembutmu, dan sinar pagi
mendamaikan hatimu.dan, kupastikan semua itu tak akan sirna.
lantas air mata, yang tak serupa
apapun dalam dirimu, ambillah,
karena hanya ia yang tersisa.
agar tiap goresan yang keluar dari
ujung kuas ini menjadi utuh
dan yang terlukis menjadi abadi.
