SANG SURYA DI BALIK AWAN

mengukir cahaya dalam gelapnya malam
hanya akan membuat rembulan itu
seperti embun pagi yang terhapus
oleh hangatnya sinar mentari.
sungguh, tak mampu aku mencari
sebuah makna yang terlampau samar,
dengan warna yang lebih pudar dari
cahaya bintang menjelma
keheningan di tengah riuhnya.

jika kelak terlintas tanya dalam
benakmu yang bimbang itu,
dari apa jiwa para pelukis terlahir?
sebab hadapilah cermin yang
tak menyimpan rahasia;
awan berarak di pelupuk matamu,
nyanyian burung bersemayam pada
suara lembutmu, dan sinar pagi
mendamaikan hatimu.

dan, kupastikan semua itu tak akan sirna.
lantas air mata, yang tak serupa
apapun dalam dirimu, ambillah,
karena hanya ia yang tersisa.
agar tiap goresan yang keluar dari
ujung kuas ini menjadi utuh
dan yang terlukis menjadi abadi.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *