Butir embun menetes di dedaunan..
Diam-diam menyimpan rasa yang dalam..
Menyentuh hati yang terluka..
Keindahan hanya bayang-bayang yang samar..
Tag Puisi: kehilangan yang menyakitkan
-
Embun Kesedihan
-
Suara yang Terbenam
Gemuruh kini terdiam
di antara malam kelam
tak ada lagi pulau
yang di tengahnya ada api
bernama harapan.
setiap nada sepi
mencari si pendosa
agar berbisik dengan apa saja
tentang yang tak terungkap
oleh kata-kata.
dan saat kau mendengar ini
maaf, aku terjebak
-
Hujan di Ujung Jalan
Di sudut hati ini, awan menggantung kelabu
Yang beratnya lebih dalam dari lautan tak bertepi
Seuntai harap merayap di antara tetes air mata
Akankah kita bersinar seperti embun saat pagi menjelang
Hujan menyapa langkahku yang terhenti
Aku terdiam menatap jalan setapak yang berliku
Meski suara hati terbungkam menahan getir rasa
Namun jiwa ini masih saja berteriak penuh rindu!
Hujan, aku merindu…!!!
-
Kau Embun Pagi, Kau Hujan Malam
Antara embun pagi dan hujan malam
kita selalu bertanya apa makna rasa
antara sahabat, cinta dan musuh
sering terbayang bentuk hubungan itu
kelabu dalam definisi yang samar
Sembilu terbenam dalam jiwa
tercapai mentaliti untuk memahami dunia
terbantu hasrat saat mengenal diri
lebih tepat, “menemukan diri”!
Bukan merendah bukan meninggi
aku mungkin segalanya hanya bukan sesiapa
cuma nama yang tak terucap
atas dasar panggilan semata
kadang terfikir
dimana harga diri yang kupegang selama ini?
Seterusnya ini membawa kepada kelayakan
antara aku, kau dan kita
sememangnya tak tercapai harapanmu
sebab itu aku samakan kau dengan embun pagi
sumber kesejukan yang hilang saat mentari
sebab itu aku samakan kau dengan hujan malam
membasahi jiwa yang merindu ketenangan
Kutafsir kau mudah
Kau embun berkilau
Kau hujan mengguyur
-
Aku dan Kesunyian Hati
Aku dan kesunyian hati
merasa jauh dari sinarmu
padahal kau begitu dekat dalam jiwa
beritahulah aku dengan segenap rasa
apa yang terpendam di dalam benakmu
bukan sekadar janji yang terucap
perhatikanlah aku dan kesunyian ini
menyimpan cinta dalam sepi
apakah hidupku hanya berisi kesedihan?
apakah hanya kesedihan yang mengisi hariku?
hanya ada kesedihan dalam hariku
apakah hidupku hanya kisah tentangmu?
apakah hanya kisah tentangmu yang menghuni jiwaku?
hanya ada kisah tentangmu dalam jiwaku
ambilah kesedihanku
sebagai teman dalam perjalananmu
biarkan diriku tenggelam dalam kesunyian
aku akan selalu mencintaimu
hingga akhir cerita hidupku
mintalah janji dengan sepenuh hati
maka akan kuberikan segenap jiwa ini
-
Karang yang Terlupakan
Jika telah sirna rasa
Bila tak lagi terbayang
Biarkan pergi
Hapus jejak yang tersisa
Jangan kau simpan
Satu harapan
Seribu luka
Sepenggal cerita
Yang pada akhirnya
Yang pada ujungnya
Itu adalah karang
Yang selalu melukai
…
-
Anak Angin
di tengah angin,
adakah pelabuhan kecil
yang bisa disinggahi
sejenak untuk bernaung, hanya sekejap
bagi anak jiwaku yang menggigil,
yang ditinggal ayahnya?bisa kau lihat senyumnya yang tulus
cahaya wajahnya yang hangat dan ceria
atau bisa kau dengar sendiri
suara tawanya yang menawan
atau kau juga bisa merasakan
keheningan angin yang menyentuh kulitnyamenggugah rasa di langit puisi
lalu berhenti sejenak
angin memandangnya dengan penuh kasih,
bahwa ia hanya ingin pelabuhan kecil
untuknya bernaung, yang sederhana sajatapi tak ada, ia masih terlampau muda
jika harus menanggung beban pada hati dan bahunya
yang kecil, yang rapuh, dan yang tak terlindung
lalu angin berbisik dan berkata,
bernaunglah padaku anak jiwa
di pelukanku yang dipenuhi harapan.
-
Kepingan Hampa
Aku hanya serpihan es yang mencair di malam,
dan tak layak bersinar di atas embun.
Tak bisa kuhindari saat cahaya menuntunku,
lalu menghilang..
Aku hanya kecewa bagi sunyi yang menanti bintang,
karena aku hanyalah serpihan di antara gelap yang merindu sinar,
hentikan cahaya membawaku pergi..
-
Kegelapan Senja
gelap menyelimuti jalan,
menyusuri jejak yang hilang,
dalam hening yang menggigit,
warna-warni sirna,
tak ada lagi tawa anak-anak,
dan tak ada lagi sorak-sorai,
semua terbenam,ndalam kesunyian,
mungkin aku mulai meragu,
dengan semua yang tersisa,
mungkin kamu akan pergi menjauh,
hingga aku terpuruk tanpa arah
-
Senyap di Ujung Jalan
Langkahmu menjauh, kami terdiam,
seakan waktu membeku di antara kita.
Yang tersisa hanyalah suara angin,
menyapu kenangan yang tak terucap.Kehilangan ini seperti malam tanpa bintang,
gelap yang menyesakkan dada,
meninggalkan jejak di hati,
yang takkan pernah pudar.Ibu,
setiap detik kami menunggu,
berharap bayangmu kembali,
dan jangan pernah berpikir,
untuk pergi lagi dari pelukan kami.
-
Jejak yang Terhapus
Kakinya adalah gelombang yang menghantam
Telinganya adalah deru angin yang menyesakkan
Yang selalu mengoyak jiwaku,
Senyumnya adalah bayang-bayang malam
Yang menyisakan rasa hampa di relung hati.
Tatapan matanya adalah langit mendung.
Dia membiarkan aku terperosok
Dalam samudera kesepian,
Dia pergi tanpa sepatah kata,
Meninggalkan jejak yang tak terhapus,
Dia begitu dingin dan jauh
Menjauhkan aku dari hangatnya cinta.
Ku relakan kau melangkah pergi
Menuju pelukan baru di sana, ku panjatkan
Semoga kau temukan bahagia di sana.
