kenangan yang terpendam
-
Bayangan Senter Mati
Dinding retak mengisahkan rindu
Bau debu, samar mengintip harap
Kegelapan berbisik lirih
Senter kehabisan nyawa tergeletak
Silau cahaya dalam ingatan
Bayang-bayang menari-nari canggung
Kau di sana, tak bisa kugapaiSuara langkah terhenti di ambang
Kedip lampu neon menyentak jiwa
Di mana kejujuran terperangkap?
Ruang ini milik kata-kata terlarang
Pikiran berkelana menjelajahi kegelapan
Mencari jejak yang …
-
Suara di Tengah Hutan
Desah angin membawaku
ke puncak keheningan
Aliran getar jiwaku pun bergetar
ketika namamu terucap
Sebuah suara yang lama terpendam
Walau hanya sekali terbisik,
aku terjaga mendengarnya
Kau terasa sejuk menyapa
Saat ku terhanyut dalam rimbun dedaunan
Menerangi langkahku yang tersembunyi
Tuk mengenang jejak yang penuh makna
Suara itu semakin dekat
Saat ragaku terjatuh mengurai
Rentetan …
-
Langit Merah Senja
Bulan mulai bersembunyi di balik awan
Menciptakan langit merah membara
Yang melukis batas cakrawala
Sejauh mata menelusuri
Aku melangkah dengan berat
Setelah kutemukan kenyataan yang menyayat
Canda tawa yang mengisi waktu
Kini sirna oleh takdir yang kejam
Jarak yang memisahkan
Menghadirkan rindu yang terlarang
Dihiasi air mata
Dan sebuah penerimaan
Setiap sudut jalan ini
Menyisakan …
-
Embun Pagi yang Hilang
Tiada yang lebih menyejuk;
Selain desiran embun di pagi yang sepi;
Nada tetes harapan yang terpendam;
Menanti sinar mentari menyapa bumi;Tiada yang lebih menggoda;
Selain rasa embun di pagi yang hening;
Kesegaran alam yang membelai hatiku;
Menguatkan rasa rindu di sudut jiwa;Namun tiada yang lebih menyakitkan;
Selain kepergian di balik embun pagi;
Akar-akar …
-
Dalam Pelukan Angin
apa kabar, Ibu?
dalam bisikan malam yang sepi
seperti angin yang merayu dedaunan
membawa cerita tentang kerinduan
sering kali aku terjatuh, Ibu
namun kau selalu hadir dalam mimpi
menyirami jiwa yang kering dengan kasih
aku ingin berlari, Ibu
menuju pelukanmu yang hangat dan abadi
seperti embun pagi yang menyejukkan
air mata ini tak pernah berhenti
…
-
Senyap di Ujung Jalan
Langkahmu menjauh, kami terdiam,
seakan waktu membeku di antara kita.
Yang tersisa hanyalah suara angin,
menyapu kenangan yang tak terucap.Kehilangan ini seperti malam tanpa bintang,
gelap yang menyesakkan dada,
meninggalkan jejak di hati,
yang takkan pernah pudar.Ibu,
setiap detik kami menunggu,
berharap bayangmu kembali,
dan jangan pernah berpikir,
untuk pergi lagi dari pelukan …
-
Sisa Rindu di Hutan
Di bawah sinar rembulan yang pudar …
Kehangatan kenangan terbang bersama embun pagi …
Adakah jiwa yang mendengar derai langkahku
Menggapai harapan yang terpendam …
Entah, biarkan angin berbisik pada dedaunan,
Menjadi saksi saat bintang-bintang menari
Mendekatiku di sini …
Hanya padamu, kasihku terukir …
-
Embun Tertahan
Di bawah daun pisang
embun menunggu pagi
seperti rindu yang tak berani
berbagi dengan dunia
hanya bersembunyi di antara napas
diam-diam mengurai dingin
menyelinap dalam mimpi.Di tepi batu nisan
cinta mengintip dari sela kenangan
bersembunyi dalam sunyi
terasa hangat meski sendiri
menari dengan bayang-bayang
hopes terselamatkan oleh waktu
dan berhenti pada embun yang jatuh
