Dalam Pelukan Angin

apa kabar, Ibu?
dalam bisikan malam yang sepi
seperti angin yang merayu dedaunan
membawa cerita tentang kerinduan
sering kali aku terjatuh, Ibu
namun kau selalu hadir dalam mimpi
menyirami jiwa yang kering dengan kasih
aku ingin berlari, Ibu
menuju pelukanmu yang hangat dan abadi
seperti embun pagi yang menyejukkan
air mata ini tak pernah berhenti
membasahi kenangan yang terpendam
untukmu, anakmu yang tersesat di dunia
aku ingin mendekat, Ibu
seperti bintang yang mencari bulan
dalam gelapnya malam yang tak berujung
namun kau menahan langkah ini dengan lembut
mengusap dahi ini yang penuh kerinduan
seraya berbisik, belum saatnya
kapan saat itu tiba, Ibu?
aku ingin menemanimu dalam perjalanan
yang dulu terhenti oleh waktu
yang dulu terabaikan oleh kesibukan,
duhai, Ibu.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *