Dinding retak mengisahkan rindu
Bau debu, samar mengintip harap
Kegelapan berbisik lirih
Senter kehabisan nyawa tergeletak
Silau cahaya dalam ingatan
Bayang-bayang menari-nari canggung
Kau di sana, tak bisa kugapai
Suara langkah terhenti di ambang
Kedip lampu neon menyentak jiwa
Di mana kejujuran terperangkap?
Ruang ini milik kata-kata terlarang
Pikiran berkelana menjelajahi kegelapan
Mencari jejak yang hilang terhanyut
Dengan sisa cahaya yang memudar
Dinding itu menyimpan tawa getir
Setiap bayangan, satu keping cerita
Kau menggenggam rahasia di punggung
Satu suara melawan kesunyian
Mengulangi kesalahan yang sama
Seperti senter tanpa tujuan
Menanti cahaya yang tak kunjung datang
Dan saat fajar merayap perlahan
Bayangan itu bersembunyi di balikku
Satu nafas, satu harapan meretas
Melintasi ruang yang dipenuhi dusta
Kau kembali, namun tanpa kata
Menatapku dengan tatapan sunyi
Dan di sana, kutemukan cahaya baru

Leave a Reply