menghadapi kenyataan
-
Sajak di Tengah Senja
Di sore yang tenang di bulan yang cerah;
Angin berbisik lembut menyapu dedaunan;
Di antara ranting, seorang penyair termenung;
Menciptakan bait-bait tentang kehilangan dan harapan:
Wahai kenangan senja yang tak terlupa;
Mengapa kau kembali saat cahaya mulai pudar?
Wahai irama angin yang mengalun lembut;
Kembali kau hadir dalam hening yang mendalam;
Suara lembut yang pernah …
