puisi tentang cinta tanpa memiliki
-
A Bus Rides Echo
The bus hums through the night,
a forgotten wallet whispers
between the seats, a pause,
where unspoken words linger,
like a rak sepatu on the porch.A conversation never had,
frozen in the chill air,
questions that drift, unanswered,
as the bus sways, cradling silence,
a momentary shelter from the cold.The night stretches on,
…
-
Kursi Tunggu di Puskesmas
Di kursi tunggu yang kosong,
jejak kaki kecil menghilang,
seperti hujan yang menari,
di antara daun-daun gugur,
tak ada yang kembali.Langit mengirimkan angin,
mengelus bulu halus yang pergi,
menyisakan bisikan pelan,
menggantung di sudut ruang,
tanpa suara memanggil.Badai di hati reda,
menyaksikan langkah menjauh,
tanpa harus menggenggam,
membiarkan rindu terbang,
karena cinta bukan …
-
Doa di Bawah Atap Seng
Dari pengeras masjid, doa mengalir pelan,
pelan suara hujan di atap seng,
seng yang berkarat menahan kenangan,
kenangan yang sering kali kita ulang,
ulang tanpa mencoba mengubahnya,
mengubahnya hanya dalam senyum.Di bawah langit subuh, bintang masih bimbang,
bimbang memudar dalam terang,
terang matahari yang datang perlahan,
perlahan kita berjalan di jalan yang sama,
sama …
-
Surat Kabar di Meja Kopi
Kertas terhampar, tinta memudar,
suara kipas angin berdecit,
mengisi ruang dengan sunyi.Kalimat terhenti, jeda panjang,
menyimpan percakapan yang tak terucap,
satu huruf pun tak berani.Berita usang, cerita tak sampai,
menyadari cinta bukan milik,
tapi hadir dalam rindu.
-
Kain Sarung di Kursi
di pagi buta, suara doa menyeruak
mengalun dari pengeras masjid, pelan
aku menulis surat ini, dengan tinta rasa bersalah
kain sarung tergeletak di kursi plastik
seperti aku, menunggu maaf dari waktu
dalam sunyi yang berbisikaku mengingatmu dalam setiap baris
berharap kata-kata ini bisa menebus
kesalahan yang terukir di hati
namun, subuh mengajarkanku satu hal
…
