Di kursi tunggu yang kosong,
jejak kaki kecil menghilang,
seperti hujan yang menari,
di antara daun-daun gugur,
tak ada yang kembali.
Langit mengirimkan angin,
mengelus bulu halus yang pergi,
menyisakan bisikan pelan,
menggantung di sudut ruang,
tanpa suara memanggil.
Badai di hati reda,
menyaksikan langkah menjauh,
tanpa harus menggenggam,
membiarkan rindu terbang,
karena cinta bukan milik.

Leave a Reply