puisi tentang keheningan batin
-
Ashtray at Dawn
In the hollow room, silence echoes
a prayer breaks through, gentle yet firm
from the minaret, it spills over
filling the morning air with restless notes
I pause, as if caught in a net
as the ashtray overflows with yesterday's regrets
and the night lingers in the cornersThe call, it rises and falls like …
-
Motor Shadows on the Window
In the quiet room, a thought lingers,
fingers poised above the keys,
unsent words hover, then retreat,
like footsteps fading into silence,
the motor shadows passing by.The message, unspoken, a whisper,
an echo of what could be,
the heart pauses, uncertain,
repeating the same hesitation,
as the motor shadows glide past.Outside, life continues, …
-
Kaleng Biskuit di Pagi Sepi
Pagi menguap di balik jendela,
angin dingin mengetuk lembut,
tangan meraba kunci,
mengunci pintu rumah,
seolah menutup rasa sepi.
Kaleng biskuit usang di meja,
menyimpan benang-benang harapan.Di ruang tamu, kursi tua berderit,
mengisahkan cerita yang tak terucap.
Gemetar menolak selimut,
gemericik air dari keran bocor,
mengisi celah keheningan pagi.
Langit kelabu menggantung,
menunggu matahari …
-
Gelas Bening Berembun
A glass sits, clarity blurred by mist,
Voices dance, harsh and soft in the air,
Like a promise unspoken, it twists,
In silence, I listen, yet unaware.The invitation rests, unsent, untouched,
Words collide, a cacophony of dreams,
Through the fog, intentions are clutched,
In quiet corners, nothing's as it seems.Each word a whisper, …
-
Gerimis di Atap Parkir
Gerimis jatuh, jatuh di atap parkir,
menggiring dingin yang merayap,
papan nama toko yang pudar,
bercerita pada yang lewat,
tentang hari-hari yang berlalu.Diam-diam mendengar pikiran,
menggema tanpa suara,
mengulang, mengulang dalam hati,
setiap tetes mengingatkan,
akan cinta yang tak bisa dimiliki.Gerimis jatuh, jatuh lagi,
ramah dalam dingin yang membisu,
seolah berkata, cinta itu …
-
Nada Dering di Atap Seng
Nada dering itu menggema,
di bawah atap seng basah,
seperti suara dari masa lalu.Seolah surat yang tak terkirim,
berbisik pelan di telinga,
menyentuh hati yang takut bicara.Hujan mengetuk lembut,
menghapus jejak kenangan,
di atas seng yang berkarat.Menyadari dunia terus melaju,
tanpa kita bisa memahami,
seperti nada dering yang hilang.
