puisi tentang keikhlasan
-
A Small Bracelet Under the
A small bracelet under the bed,
dusty memories woven in threads,
whispering tales of what never was.A biscuit tin, now a sewing box,
holds stories untold,
love isn't about holding tight.
-
Aroma Deterjen di Sudut Kamar
Di sudut kamar, menumpuk baju kotor
Aroma deterjen menyelinap dari laundry kiloan
Aku menunduk dalam diam, bertanya
Mengapa beban ini tak kunjung usai
Meski cinta sempat kujadikan alasanDalam sunyi, aku mengurai harap
Mencari jawaban di antara kain lusuh
Entah mengapa, rasa ini kian menekan
Hingga kusadari, cinta bukanlah jawab
Namun keikhlasan menerima yang meringankan
-
Hujan di Atap Seng
Di bawah atap seng, hujan mengetuk lembut,
menemani detik-detik yang menggantung,
pesan itu tak kunjung tiba.Ruang kosong di layar, sepi tanpa suara,
seperti menunggu angin mengusap pipi,
tanpa harap, tanpa tanya.Kini, di antara rintik yang jatuh,
ada cahaya kecil menyusup,
mengisi kelelahan dengan damai.
-
Balon di Langit Senja
Di warung kopi pinggir jalan,
kulihat balon terbang perlahan,
menghilang di antara awan.Genggaman yang terlepas,
seperti janji yang pudar,
dalam hembusan napas kita.Kita saling bercermin,
mengampuni tanpa lupa,
dalam senja yang tenang.Kepergian balon itu,
meninggalkan jejak samar,
perasaan tak harus tuntas.
-
Nama di Kertas
kertas putih kusut di meja,
tulisan nama yang pudar,
seperti ingatan yang berlalu,
tak lagi menuntut tempat,
suara adzan magrib dari kejauhan,
mengiringi detik yang perlahan.bercerita kepada kertas,
tentang kenangan yang terpotong,
huruf-huruf kecil berbisik,
berharap dibaca sekali lagi,
tapi tangan ini memilih,
membuangnya ke dalam angin.di sudut hati yang sunyi,
ada rindu …
