puisi tentang kesadaran batin
-
Kipas dan Tikar di Ruang
Di depan kipas, rambut terurai
angin berbisik lembut di sela helai
pikiran melayang, menari bersama
di atas tikar yang digelar rapi
di ruang tamu yang sunyi
menatap seseorang di seberang
dan merasa tatapan itu kembaliHangat seperti air mata lama
kenangan mengalir tanpa suara
seperti aliran sungai di musim kemarau
mengingat hari-hari yang berlalu
menggenggam …
-
Aroma Deterjen di Sudut Kamar
Di sudut kamar, menumpuk baju kotor
Aroma deterjen menyelinap dari laundry kiloan
Aku menunduk dalam diam, bertanya
Mengapa beban ini tak kunjung usai
Meski cinta sempat kujadikan alasanDalam sunyi, aku mengurai harap
Mencari jawaban di antara kain lusuh
Entah mengapa, rasa ini kian menekan
Hingga kusadari, cinta bukanlah jawab
Namun keikhlasan menerima yang meringankan
-
Gelas Bening Berembun
Di lorong ini, aku menunggu, menunggu
seperti gelas bening berembun, menggenggam dingin
yang tak kunjung pudar dalam diam.Kata-kata meluncur, mencari telinga, telinga
yang tak pernah menjawab, hanya gema
menyadarkanku, bahagia tak selalu utuh.
-
A Small Bracelet Under the
Dusty whispers beneath the bed,
a small bracelet, forgotten,
like the echo of a laugh,
lingers in the air,
where memories fragment.The waiting room, a puskesmas chair,
silent witness to passing hours,
holds stories, untold,
like this bracelet,
nestled in its quietude.I watch from afar, detached,
as if the world spins,
without me,
…
-
Kabel Charger dan Kain Sarung
Kabel charger menggulung pelan
di tangan yang lelah meraba
seperti kenangan yang kusimpan
di antara kain sarung di kursi plastik.Menggulung, menggulung, tanpa suara
seperti rindu yang tak pernah tuntas
melingkar di sudut hati
mencari tempat untuk berlabuh.Di sini, aku bicara pada diri
mencari arti di setiap lilitan
menyimpan jeda panjang di tengah,
menghela …
-
Jendela dan Ember Air
menunggu di ruang dingin,
diam-diam waktu merayap
seperti air menetes dari ember
di kamar mandi yang sepi
menyisakan jejak basah di lantai
mata tertuju pada jendela
di luar, dunia seakan berhentidi ruang ini, pikiran berkelana
seperti aliran air, mencari celah
mengisi kekosongan yang ada
kesadaran tumbuh dalam sunyi
mengisi ruang yang tak terucap
dan …
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Di ruang gelap, detak jam terdengar
Seperti hujan di atap seng tua
Mengisi celah sunyi yang merayap
Menit demi menit, kenangan terurai
Seolah mencari jalan pulang
Ke masa lalu yang belum selesai
Yang tertinggal di ujung malamRuang ini penuh dengan bisikan
Yang tak pernah benar-benar hilang
Meski waktu terus bergerak maju
Seperti hujan yang …
-
Papan Nama yang Pudar
Di ruang dingin, waktu melambat,
papan nama toko di seberang, pudar,
seorang pria menunggu, tenang,
pikirannya melayang pada hasil.Tanda-tanda tua di dinding,
memberi isyarat masa lalu yang hilang,
cinta tak lagi jadi jawaban,
hanya sisa-sisa harapan yang tersisa.
-
Ruang Kerja dan Jemuran
Mengembuskan napas di ruang kerja pengap,
pandangan terlempar ke jendela berdebu.
Di luar, halaman dengan jemuran bergoyang,
seakan menari dalam angin yang malas,
membawa cerita hari yang lelah.Di sudut ruangan, seseorang termenung,
memandang layar, mencatat waktu yang hilang.
Penyesalan berbisik di sela-sela sunyi,
seperti daun kering yang jatuh perlahan.
Mengetahui tumbuh juga butuh luka.
