puisi tentang luka yang abadi
-
Jam Dinding Toko Kain
toko ini sepi, ibu memilih kain
aku duduk di ruang tunggu
jam dinding berhenti di angka dua belasdingin menyelusup dari lantai keramik
senyum penjaga toko tersamar
seolah kita bukan tamu pertama hari inisepi ini mengundang tawa kecil
luka lama yang tak sembuh
tertawa di antara kain-kain berwarna
-
Asbak Penuh Abu
Di ruang tunggu ini, aku menunggu, menunggu
Menghitung detik yang menguap di udara
Asbak penuh abu, saksi bisu
Kepada siapa aku bicara, bicara
Tentang luka yang tak sembuh
Yang menari di tepi kesadaranKursi-kursi berderit, berderit
Memanggil nama yang tak pernah dikenal
Seolah ingin berbagi cerita
Namun kita hanya bertukar pandang, pandang
Dalam diam yang …
