puisi tentang melepaskan harapan
-
Balon di Ruang Tunggu
Di ruang tunggu yang sepi ini
suara kipas angin berdecit pelan
menemani detik-detik kala balon
terlepas dari genggaman tangan kecil
mengambang ke langit-langit yang tinggi
seperti harap yang perlahan menjauh
meninggalkan jejak samar di udara.Di luar jendela, langit menampung
sebuah kisah yang tak terucap
balon itu melayang tanpa arah
mengikuti angin yang berbisik
sedang …
-
A Bouquet Mistaken
The door creaks open, unfamiliar faces
greet my awkward smile, hands clutching
a bouquet meant for another tale.
The petals, vibrant yet misplaced,
speak a language of their own,
as if whispering secrets of longing
in this unintended sanctuary.A school uniform hangs by the door,
a reminder of days structured,
of paths once clear …
-
Hujan di Atap Seng
Di bawah atap seng, hujan mengetuk lembut,
menemani detik-detik yang menggantung,
pesan itu tak kunjung tiba.Ruang kosong di layar, sepi tanpa suara,
seperti menunggu angin mengusap pipi,
tanpa harap, tanpa tanya.Kini, di antara rintik yang jatuh,
ada cahaya kecil menyusup,
mengisi kelelahan dengan damai.
-
Jam Dinding di Angka Dua
Di ruang sepi, hati menunggu,
detik terasa lambat, melingkar terus,
jam dinding berhenti di angka dua belas,
seolah ingin menyimpan waktu,
satu pesan yang tak tiba,
menggantung di udara, tak berjejak,
menyisakan sunyi yang tak terjawab.Menulis dari dalam kenangan,
menulis dari dalam harapan,
yang tak kunjung pudar,
setiap huruf mengendap,
seperti debu di jendela,
…
-
Balon di Langit Senja
balon terlepas, melayang pelan
langit senja menyapa hangat, namun ragu
asbak penuh abu, cerita sisakata orang, waktu menghapus jejak
tapi aku tahu, ia menanam kenangan
membiarkan diri, bagian dari waktu
-
Suara Adzan Magrib
Kucing hitam itu berlalu di jalanan sepi,
aku memandang dari jendela yang tinggi,
langit merah muda merangkak pelan,
suara adzan magrib memanggil dari kejauhan,
seolah mengingatkan pada batas waktu,
tapi kucing itu terus berjalan tanpa raguDi balik tirai, harapanku mengintip,
kucing itu menoleh, sejenak berhenti,
lalu melanjutkan langkahnya,
aku tersenyum, paham akhirnya,
tidak semua …
-
Nama di Kertas
Suara anak-anak bermain petak umpet
mengalir di antara bisikan senja
nama yang ditulis di kertas kusut
terbuang bersama angin yang berlaluHarapan itu menggantung di udara
menunggu jawaban yang tak kunjung tiba
menerima bahwa tidak semua
harus selesai di ujung cerita
