puisi tentang memaafkan diri
-
Halte dan Gerobak Nasi Goreng
Di bawah lampu redup, suara gerobak berderak
Menyusuri jalanan sepi, aroma bumbu menggema
Kau duduk di sampingku, bibir terkunci rapat
Langit malam mengawasi, diam penuh tanyaKata-kata menari di udara, tak terucap
Sementara gerobak terus berkeliling, tak peduli
Kemarahanku mengalir, seperti sungai tertahan
Menunggu pecah, menunggu waktu yang tepatNamun dalam hening, aku temukan kedamaian
…
-
Kain Sarung di Kursi Plastik
Pagi merayap dalam kesunyian,
pintu terkunci dengan pelan.
Kain sarung terkulai di kursi plastik,
menyisakan jejak malam yang pergi.
Seolah berbicara pada sepi,
menggenggam manis yang menipu.Rumah ini menyimpan cerita,
di antara jendela yang tertutup.
Langit pagi terlalu biru,
menyembunyikan getir di ujungnya.
Kau tahu, rasa tak harus selesai.Kursi plastik berdiri sendiri,
seperti …
-
Pintu Terkunci di Pagi Sepi
Di pagi terlalu sepi, suara
terdengar dari balik pintu,
mengunci cerita semalam
dalam lipatan kain sarung.Kursi plastik di sudut ruang,
menyimpan jeda panjang,
seperti napas terhenti,
menunggu detak berikutnya.Pahit yang bisa diterima,
mengalir pelan di pagi ini,
seperti kopi tersisa di cangkir,
menghangatkan dinginnya pagi.Pintu terkunci, namun retakan
membuka celah pada cahaya,
…
-
Alarm yang Terabaikan
suara alarm menggema, seperti ingatan
terpotong di pagi buta
aku mendengarnya, bisikan pelan
mengajak bangkit dari sela mimpi
tapi jari mematikannya tanpa ragudi luar, warung kopi pinggir jalan
mengundang dengan aroma yang akrab
seperti percakapan yang belum usai
aku duduk, menghirup pagi
dan mendengar diri ini bicarasetiap tegukan, mengingatkan pada
janji-janji yang tertunda
…
-
Suara Petak Umpet Pagi
Alarm berdering, melompat dari sunyi
di sela mimpi yang tersisa,
menyusupkan suara anak-anak bermain,
petak umpet di lorong sempit.
Kritik lembut dari waktu,
menyentuh pipi yang masih hangat,
mengundang tidur kembali.Tangan menggapai, mematikan dering,
seperti menunda keputusan besar.
Empati tertinggal di sudut bantal,
di mana mimpi belum selesai,
dan hari belum dimulai.
Suara tawa …
-
Serpihan Kaca di Teras
Lantai berbisik pelan di bawah sapu
Serpihan kaca kecil, memantulkan cerita usang
Rak sepatu di teras, saksi bisu
Langkah-langkah yang pergi dan kembali
Menyapu kenangan yang retak
Mencoba mengerti tanpa bertanya
Mengulang kisah yang tak berubahDi antara debu, ada sisa harapan
Menari di bawah cahaya pagi
Satu per satu, kaca terangkat
Menyerah pada keikhlasan …
