Pintu Terkunci di Pagi Sepi

Di pagi terlalu sepi, suara
terdengar dari balik pintu,
mengunci cerita semalam
dalam lipatan kain sarung.

Kursi plastik di sudut ruang,
menyimpan jeda panjang,
seperti napas terhenti,
menunggu detak berikutnya.

Pahit yang bisa diterima,
mengalir pelan di pagi ini,
seperti kopi tersisa di cangkir,
menghangatkan dinginnya pagi.

Pintu terkunci, namun retakan
membuka celah pada cahaya,
menemukan keindahan samar
pada sesuatu yang pernah patah.

, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *