puisi tentang memaafkan masa lalu
-
Cahaya Ponsel di Malam Sunyi
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjangKehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri …
-
Lampu Jalan Berkedip
Di halte, kita berdiri, diam,
menunggu bus yang tak kunjung datang.
Lampu jalan berkedip pelan, seperti,
ingatan yang terpecah, berbisik.Kata-kata tak terucap, tertinggal,
di antara napas dan dingin malam.
Kehilangan tak beralasan ini,
kutemukan damainya dalam sunyi.
-
Detik Jam dan Adzan Magrib
Detik jam berbisik pelan
Di antara temaram senja
Suara adzan jauh mengalirKau ada di sana, tak terlihat
Mengintip dari balik tirai malam
Satu, dua… detak berulangHening ini, bukan musuh
Hanya ruang, untuk bernapas
Di antara gema adzanAku bicara pada diriku
Memaafkan yang tak terucap
Tanpa harus dimengerti
-
Steam on the Windshield
The city slows to a crawl,
traffic lights blink in weary rhythm.
Hands wipe the foggy glass,
revealing glimpses of the world outside,
a forgotten biscuit tin holds needles,
threading memories with every stitch.The weight of hours drapes heavy,
a sigh escapes, unburdened.
Past grievances fade like passing cars,
forgiveness lingers in the rearview,
…
-
Cahaya Kulkas di Tengah Malam
Di tengah malam, pintu kulkas terbuka
Cahaya putih menari di wajahku
Seperti mimpi yang terpotong,
menggantung di antara
rak sepatu di teras
dan dengkuran malam.Langkah kaki samar,
meraba-raba rasa lapar
yang manis namun getir,
menggulung dalam keremangan
seperti ingatan
yang tak selesai.Malam menguap,
menyisakan setitik
keraguan di sudut mata.
Aku berdamai
dengan diri …
