Di halte, kita berdiri, diam,
menunggu bus yang tak kunjung datang.
Lampu jalan berkedip pelan, seperti,
ingatan yang terpecah, berbisik.
Kata-kata tak terucap, tertinggal,
di antara napas dan dingin malam.
Kehilangan tak beralasan ini,
kutemukan damainya dalam sunyi.

Leave a Reply