puisi tentang memaafkan masa lalu
-
Midnight Fridge Light
In the cool glow of midnight's breath,
I find the fridge's light a gentle pause
Reflecting on the day’s quiet echoes,
While shadows of the past linger softly
Across the yard, where clothesline sways,
Memories hang like forgotten garments,
In the stillness, I hear my own heartThe chill of night whispers old stories,
Each …
-
Jam Dinding di Angka Dua
Malam merayap masuk tanpa suara,
seperti pesanmu yang kubaca ulang,
huruf-huruf kecil berderet ragu,
jam dinding berhenti di angka dua belas,
menyimpan waktu yang tak bergerak.Kata-kata kita melayang,
dalam ruang yang tak berujung,
menghidupkan kembali harap,
yang dulu kita bisikkan pelan,
sebelum pagi menghapus jejaknya.Aku berbicara pada masa lalu,
tanpa menuntut jawaban pasti,
…
-
Suara dari Televisi
Di sudut ruangan, televisi menyala
mengisi celah sunyi dengan suara orang
yang tak kukenal, tapi akrab di telinga.
Asbak penuh abu rokok, saksi bisu
dari malam-malam panjang, meresapi
kehilangan yang tersenyum samar.Kursi tua menampung tubuh lelah,
mengamati dunia lewat layar kecil.
Seolah hidup ini hanya tontonan
yang tak pernah benar-benar kuikuti.
Suara-suara itu mengalun …
-
Alarm dan Suara Adzan
Alarm berbunyi, mengusik pagi yang dingin,
jari menekan tombol, lalu diam.
Di luar, suara adzan magrib,
menyusup lewat jendela terbuka,
mengajak jiwa mengingat waktu.Setiap detik berlalu, membawa kenangan,
seperti embun yang menguap perlahan,
meninggalkan jejak samar di kaca,
namun tak pernah benar-benar hilang.
Ada rasa yang tertinggal di sudut hati.Mata terpejam, terbayang hari-hari …
-
Papan Nama Pudar
Dari kamar sebelah, tawa
menggema, pecah di dinding tipis
seperti riak di atas air
yang menolak diam.Papan nama toko pudar
bergetar saat angin menyapa
seperti suara keras
dan bisik yang tak bertemu.Di sela semua bunyi ini
ada ruang kecil untuk menerima
diri yang tak selalu utuh
mengampuni tanpa harus dimengerti.
-
Sendal Jepit di Dekat Pintu
Di bus malam yang melaju, aku duduk tenang.
Lalu menyadari dompet tertinggal, tertinggal di kursi.
Suara mesin berderu, mengulang kisah yang sama.
Sendal jepit di dekat pintu, menanti langkah pulang.
Di luar jendela, bintang-bintang berkelip samar.
Ada jeda… dalam pikiran yang beriak.
Mengingat janji yang pernah terucap.Sendal jepit itu, setia menanti.
Aku mengulang, mengulang …
-
Genteng Bocor di Malam Hujan
Angin membawa kisah tanah basah,
menyusup di celah jendela kayu.
Menutup rapat, tak ada lagi suara,
hanya tetesan dari genteng bocor.Ember menampung cerita langit,
tak ada lagi yang harus dikatakan.
Diam memeluk malam, menanti,
membiarkan waktu berbicara.
-
Jaket di Kursi Plastik
Aku melihat jaket itu, tergantung diam
di kursi plastik dengan kain sarung,
seolah menanti pemiliknya pulang,
menyimpan kehangatan yang tak berujar.Aku menyentuhnya, merasakan dingin
yang menembus kenangan, mengingat
satu per satu hari yang berlalu,
dalam sunyi yang tak memanggil.Aku menyimpan harapan, meski tahu
tak ada langkah yang kembali,
tak ada suara yang menjemput,
…
-
Tawa di Balik Dinding
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari di atasnyaAku menatap dinding, merasa
merasa sedang dilihat balik
oleh suara yang tak kulihatAda yang hilang dalam hening,
hening yang tak beralasan,
menerima tanpa tanya
-
Suara Anakanak di Malam
Di kursi bus malam yang berderak,
suara anak-anak main petak umpet
mengisi udara dengan tawa,
mengalir seperti aliran sungai,
lalu seketika terhenti,
saat sadar dompet tertinggal.Rasa kehilangan bercampur senyuman,
menyelinap di antara deru mesin,
ketika hati bertanya tanpa suara,
apakah ini cara-Mu
mengajarku arti merelakan
di malam panjang yang sunyi.Di setiap tikungan jalan,
…
-
Shopping List
In the quiet of the kitchen, I wrote
A list of things never to be bought.
Outside, the clothesline swayed in the breeze,
Filling the air with whispers of what was lost…Back then, I thought I knew it all,
But the pages stayed empty, like the cart.
Now I see, in that silence, my …
-
The Stopped Clock
In the dark, the phone's glow flickers,
words scatter like forgotten dreams.
I speak to the wall, it listens,
the clock stands still at twelve.Pause between breaths, searching,
the silence cradles my whispers.
I reach for echoes of laughter,
but find only quiet shadows.Memory fragments, like shattered glass,
reflect faces I no longer …
-
Suara Anak di Bus Malam
Di kursi belakang, terdengar tawa kecil,
anak-anak bermain petak umpet,
suara mereka melayang di antara kursi.
Aku meraba saku, kosong,
dompet tertinggal, di sudut yang jauh.Bus melaju, lampu jalan berkelebat,
seperti kilas waktu yang menghilang,
tanpa bisa kupegang, hanya bisa kulihat.
Menyesal hadir tanpa undangan,
namun tak ada air mata yang jatuh.Suara anak-anak …
-
Atap Seng di Kala Hujan
Di bawah atap seng, hujan berbisik
Mengetuk-ngetuk, mengisi ruang sunyi
Seperti pesanmu yang tak kunjung datang
Aku menatap layar, berharap ada jawaban
Tapi hanya ada suara hujan, menari di atap
Mengingatkanku pada tatapanmu yang dulu
Saat kita saling melihat, saling merasaRintik-rintik jatuh, menggantikan kata-kata
Nada berubah saat citra berganti
Seolah menegur, mengingatkan kembali
Bahwa …
-
Kipas Angin dan Kenangan
Di depan kipas angin berputar pelan
Rambut basah menyibak cerita lama
Menyisir angin yang tak pernah diamDi warung kopi pinggir jalan sepi
Kursi-kursi kosong menunggu pagi
Aroma biji kopi mengingatkan kembaliDalam mimpi yang samar berbisik
Ada tawa, ada harap, ada jejak
Semua terangkai dalam sunyiTersenyum di tengah kehilangan
Angin membawa pergi segala …
-
Langkah di Depan Pintu
Denting langkah berhenti di depan pintu,
aku mendengar suara yang tak asing,
dari dalam, suara itu berbisik,
mengalun seperti lagu lama,
kursi tunggu di puskesmas,
menjadi saksi bisu perasaan ini.Langit di luar meredup perlahan,
suara-suara digantikan sunyi,
aku berbicara pada diriku sendiri,
dalam keheningan yang mengalir,
air mata lama menetes lagi,
mengisi ruang yang …
-
Suara Tawa di Kamar Sebelah
Tawa pecah di balik dinding tipis
seperti gelombang tak beraturan
menyentuh sunyi yang menggemaAdzan magrib jauh memanggil
mengiringi senja yang beranjak
dalam hening yang merambat pelanKenangan terpecah dalam ingatan
berusaha menyusun jejak samar
sampai akhirnya menghilang begitu saja
-
Alarm dan Kaleng Biskuit
alarm berdering, memecah waktu pagi
jemari meraba, mematikannya pelan
kamar terasa berat, menahan hari
seperti kaleng biskuit bekas, penuh kenangan
di sudut meja, menyimpan jarum dan benang
mengumpulkan sisa hari yang berlalusuara burung di luar, nyanyiannya pilu
tapi di dalam, hening menguasai
tirai jendela masih menutup erat
seperti menolak cahaya yang datang
seperti menolak …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Dalam mimpi, aku duduk termenung
menyeruput kopi yang sudah dingin
sebelum subuh datang menyapa pagi.
Asbak penuh abu rokok di meja,
seakan menertawakan janji yang tertinggal,
di antara kepulan asap dan kenangan.Langit gelap masih enggan berganti warna,
seperti hatiku yang menanti keikhlasan.
Kopi pahit ini mencatat cerita
tentang malam yang tak kunjung berakhir,
dan …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Di teras/ rak sepatu memandang
Kopi dingin/ berdiam dalam cangkir
Aroma menguap/ bersahutan dengan angin
Langit gelap/ membungkus pagi
Seolah menanti/ sesuatu yang hilang
Menetap di sudut mata/ tak terucap
Menyeruput waktu/ yang bekuDetik-detik/ seperti mengalir pelan
Menyusup ke dalam/ serpihan kenangan
Ingatan terurai/ dalam hening
Tak ada jawaban/ hanya jeda
Dari kejauhan/ bisikan …
-
Cahaya Ponsel di Malam Sunyi
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjangKehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri …
