puisi tentang menemukan diri
-
Sandal Jepit di Balkon
Angin sore menyentuh pipi
berdesir di antara helai rambut
aku mendengar suaraku sendiri
berbisik pelan di telinga
sendal jepit tergeletak di dekat pintu
menunggu langkah yang tak kunjung tibaLangit mulai memudar warnanya
seperti hati yang tak lagi penuh
aku tersesat dalam pikiran
namun dalam kebingungan itu
kutemukan jalan pulang
seiring angin yang mengantar
-
A Bouquet Mistaken
The door creaks open, unfamiliar faces
greet my awkward smile, hands clutching
a bouquet meant for another tale.
The petals, vibrant yet misplaced,
speak a language of their own,
as if whispering secrets of longing
in this unintended sanctuary.A school uniform hangs by the door,
a reminder of days structured,
of paths once clear …
-
A Small Bracelet Under the
Dusty whispers beneath the bed,
a small bracelet, forgotten,
like the echo of a laugh,
lingers in the air,
where memories fragment.The waiting room, a puskesmas chair,
silent witness to passing hours,
holds stories, untold,
like this bracelet,
nestled in its quietude.I watch from afar, detached,
as if the world spins,
without me,
…
-
Suara TV di Ruang Kosong
Kabel listrik melintang di udara,
menggantungkan suara yang tak pernah sampai,
TV menyala, suara orang-orang—
bercerita tentang hari yang tak kutahu.
Jeda panjang di tengah kalimat,
seperti menunggu jawaban dari sunyi.Aku mendengar tafsir suara,
mengulangi kata-kata yang terpotong.
Berjarak, tapi tidak memusuhi,
seperti suara hujan di luar jendela.
Mereka bicara, entah kepada siapa,
seolah …
