puisi tentang menerima kenyataan
-
Gelas Bening Berembun
A glass sits, clarity blurred by mist,
Voices dance, harsh and soft in the air,
Like a promise unspoken, it twists,
In silence, I listen, yet unaware.The invitation rests, unsent, untouched,
Words collide, a cacophony of dreams,
Through the fog, intentions are clutched,
In quiet corners, nothing's as it seems.Each word a whisper, …
-
Pelukan di Parkiran
Di ruang tunggu yang sepi,
udara mendekap erat,
tanpa kata, kita melepaskan
pelukan terakhir di parkiran,
suara adzan magrib merayap.Langit menggantung, tenang,
menyaksikan kita berpisah,
tanpa air mata, tanpa suara,
hanya langkah menjauh,
beriringan dengan senja.Rindu tak perlu kembali,
seperti angin membawa malam,
kita mengerti,
bahwa sunyi ini
bisa menjadi teman.
