puisi tentang menerima kenyataan
-
Drying Hair by The Fan
Through the bus window, I see
a girl, hair wet, drying
in front of a fan, her thoughts
scattered like leaves on a windy day
she wears a school uniformHer eyes are distant, reflecting
promises made and broken
in the quiet hum of blades
as if the world outside
is just a passing scene…
-
Bus Malam dan Seragam Sekolah
Di kursi belakang bus malam yang sepi,
dompet tertinggal, tak sengaja terlupa.
Seragam sekolah masih melekat erat,
menyimpan cerita hari yang panjang.
Tak ada yang tahu, kecuali malam.Lampu jalan menari di kaca jendela,
mengiringi bisikan halus angin malam.
Saksi bisu, aku merasakan luka,
yang ringan namun menggurat dalam.
Seperti bayang samar di kejauhan.Pelan-pelan, …
-
Jam Dinding yang Terhenti
Jam dinding berhenti di angka dua belas,
undangan tak terkirim terlipat rapi,
menanti tanpa pernah sampai.Kisah terulang, tak jua berubah,
seperti kata yang nyaris salah eja,
cinta bukanlah jawaban akhir.
-
Gelas Bening Berembun
A glass sits, clarity blurred by mist,
Voices dance, harsh and soft in the air,
Like a promise unspoken, it twists,
In silence, I listen, yet unaware.The invitation rests, unsent, untouched,
Words collide, a cacophony of dreams,
Through the fog, intentions are clutched,
In quiet corners, nothing's as it seems.Each word a whisper, …
-
Pelukan di Parkiran
Di ruang tunggu yang sepi,
udara mendekap erat,
tanpa kata, kita melepaskan
pelukan terakhir di parkiran,
suara adzan magrib merayap.Langit menggantung, tenang,
menyaksikan kita berpisah,
tanpa air mata, tanpa suara,
hanya langkah menjauh,
beriringan dengan senja.Rindu tak perlu kembali,
seperti angin membawa malam,
kita mengerti,
bahwa sunyi ini
bisa menjadi teman.
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Di meja kecil, kopi menunggu
dingin, seperti pagi yang malas
aroma deterjen dari laundry kiloan
menggantung di udara, menyapa hidung
mata berat, tapi pikiran berkelana
menyusuri jalan kenangan yang samarSeruput pertama, getir dan hambar
seperti cerita yang tak tersampaikan
raut lelah di cermin, tak berbohong
tapi ada ketenangan dalam rutinitas
satu tarikan napas, satu …
-
Tetesan di Ember
Di kamar kos yang senyap,
aku menunggu ketukan pintu,
genteng bocor menetes di ember.Ritme tenang, jeda panjang,
seolah dunia bergerak sendiri,
aku hanya pengamat dari jauh.Getir namun pasrah,
cinta bukan tentang memiliki,
hanya menunggu yang tak pasti.
