Di kursi belakang bus malam yang sepi,
dompet tertinggal, tak sengaja terlupa.
Seragam sekolah masih melekat erat,
menyimpan cerita hari yang panjang.
Tak ada yang tahu, kecuali malam.
Lampu jalan menari di kaca jendela,
mengiringi bisikan halus angin malam.
Saksi bisu, aku merasakan luka,
yang ringan namun menggurat dalam.
Seperti bayang samar di kejauhan.
Pelan-pelan, bus melaju menjauh,
membawa cerita yang tertinggal.
Seragam sekolah masih terlipat rapi,
menunggu pagi dengan sabar,
seolah mengerti, tak perlu terburu.
Sunyi malam menyelimuti hati,
menghadirkan tenang yang tak terduga.
Luka kecil ini mungkin kan sembuh,
dalam bisu, aku menemukan damai.
Mengerti bahwa sunyi pun bisa menenangkan.

Leave a Reply