puisi tentang menerima kenyataan
-
Nada Dering di Tengah Siang
Di tengah siang yang terik, nada dering berdering
menggugah memori yang tersimpan dalam samar
dentingnya mengalun di antara suara motor
yang melaju di jalanan sepi tanpa sapaSeakan membawa kembali percakapan tak selesai
dulu tertinggal di sudut waktu yang jauh
sejenak terhenyak dalam perjalanan harian
mengumpulkan serpihan yang pernah hilangNamun di sela detak jam …
-
The Passing Motors Echo
The laptop's glow fades, a silent retreat,
Unfinished words linger, caught in thought's web.
Outside, a motor hums, fleeting and brief,
Casting moving shadows across the wall,
A reminder of promises made in haste,
Now reconsidered under the quiet hum,
Where time pauses, inviting reflection.The room holds its breath, a witness to pause,
As …
-
Rak Sepatu di Teras
Kerlip lampu stasiun menyambut pagi
Langkah kaki terdengar pelan di kerikil
Kau menoleh sekali, wajahmu samar
Di teras, rak sepatu berderet rapi
Menunggu kosong, seperti ruang hati
Di antara kita, ada jarak yang memudar
Namun tetap tak bisa terhapuskanKereta datang, suara nyaring membelah udara
Koper kecil kau genggam erat, berat
Seakan tahu, perjalanan ini …
-
A Small Bracelet Under the
A small bracelet under the bed,
dusty memories woven in threads,
whispering tales of what never was.A biscuit tin, now a sewing box,
holds stories untold,
love isn't about holding tight.
-
Atap Seng dan Titik Hujan
Di lorong yang panjang, aku duduk menunggu,
Dinding berbisik tanpa suara,
Jam berdetak, seakan tak beranjak,
Langit-langit seng menyambut hujan,
Menghantarkan aroma tanah basah.Angin menggesek daun jendela,
Menyelipkan dingin di sela jemari,
Mata menatap lantai berdebu,
Menyimak langkah yang tak kunjung tiba,
Sementara pikiran melayang jauh.Kursi-kursi kosong berbaris rapi,
Menanti cerita yang tak …
-
Alarm dan Suara Adzan
Alarm berbunyi, mengusik pagi yang dingin,
jari menekan tombol, lalu diam.
Di luar, suara adzan magrib,
menyusup lewat jendela terbuka,
mengajak jiwa mengingat waktu.Setiap detik berlalu, membawa kenangan,
seperti embun yang menguap perlahan,
meninggalkan jejak samar di kaca,
namun tak pernah benar-benar hilang.
Ada rasa yang tertinggal di sudut hati.Mata terpejam, terbayang hari-hari …
-
Kaleng Biskuit dan Telepon
Di meja, kaleng biskuit bekas menganga
Tempat jarum dan benang berserakan
Mengisi hari-hari yang terasa panjang
Seperti napas yang kutarik perlahan
Sebelum suara telepon memecah sunyi
Mengulang kata yang pernah terucap
Tapi kini rasanya berbedaKata orang, hidup ini memang tak mudah
Seperti benang kusut yang harus diurai
Namun di sela keruwetan itu, ada senyum
…
-
Kipas dan Tikar di Ruang
Di depan kipas, rambut terurai
angin berbisik lembut di sela helai
pikiran melayang, menari bersama
di atas tikar yang digelar rapi
di ruang tamu yang sunyi
menatap seseorang di seberang
dan merasa tatapan itu kembaliHangat seperti air mata lama
kenangan mengalir tanpa suara
seperti aliran sungai di musim kemarau
mengingat hari-hari yang berlalu
menggenggam …
-
Aroma Deterjen di Sudut Kamar
Di sudut kamar, menumpuk baju kotor
Aroma deterjen menyelinap dari laundry kiloan
Aku menunduk dalam diam, bertanya
Mengapa beban ini tak kunjung usai
Meski cinta sempat kujadikan alasanDalam sunyi, aku mengurai harap
Mencari jawaban di antara kain lusuh
Entah mengapa, rasa ini kian menekan
Hingga kusadari, cinta bukanlah jawab
Namun keikhlasan menerima yang meringankan
-
Kabel Charger dan Kain Sarung
Kabel charger menggulung pelan
di tangan yang lelah meraba
seperti kenangan yang kusimpan
di antara kain sarung di kursi plastik.Menggulung, menggulung, tanpa suara
seperti rindu yang tak pernah tuntas
melingkar di sudut hati
mencari tempat untuk berlabuh.Di sini, aku bicara pada diri
mencari arti di setiap lilitan
menyimpan jeda panjang di tengah,
menghela …
-
Surat Kabar di Meja Kopi
Kertas terhampar, tinta memudar,
suara kipas angin berdecit,
mengisi ruang dengan sunyi.Kalimat terhenti, jeda panjang,
menyimpan percakapan yang tak terucap,
satu huruf pun tak berani.Berita usang, cerita tak sampai,
menyadari cinta bukan milik,
tapi hadir dalam rindu.
-
Foto Di Bawah Laci
di bawah laci itu, kutemukan selembar kenangan
wajah-wajah tersenyum, tak lekang oleh waktu
orang bilang, kenangan adalah jendela
tapi bagiku, ia pintu yang tertutup rapat
pohon ketapang di depan rumah
menggugurkan daun-daun tua
seperti mengingatkan, segalanya berubahorang bilang, cinta itu memiliki
tapi kutafsir, ia adalah melepaskan
layaknya foto yang kusimpan,
hanya bisa kurasai, tidak …
-
Kabel Listrik di Langit Senja
Di bawah kabel listrik melintang di udara,
aku menunggu pesan yang tak datang.
Langit senja seolah tahu,
menghitung detik yang lambat,
tanpa suara, tanpa jawaban.Burung-burung terbang pulang ke sarang,
mengguratkan garis di cakrawala.
Aku mengamati dunia,
seolah bukan bagian darinya,
terjebak dalam jeda panjang.Saat malam tiba, bintang berkilau,
menerangi kesadaran baru.
Cinta bukan …
-
Kaleng Biskuit di Sudut Rumah
Di sudut rumah, kaleng biskuit bekas
jadi tempat benang kusut dan jarum hilang,
menunggu kucing yang tak mau pulang,
pintu terbuka, malam terasa panjang.Di sela doa, waktu mengalir perlahan,
perlahan menghapus jejak kaki di tanah,
tanah yang basah oleh hujan semalam,
semalam berlalu, membiarkan waktu bicara.
-
Genteng Bocor dan Laptop Terbuka
Suara tetesan dari genteng bocor,
mengisi ember dengan ritme lambat.
Di sudut ruangan, laptop menyala,
tak sempat disimpan, hanya tertutup,
seperti percakapan yang tak terjawab.
Mendengar tanpa ikut bicara,
ada rasa yang tak perlu dijelaskan.Tetap saja, malam ini diam,
mengantar kita pada jeda panjang.
Di luar, hujan tak berhenti,
membuat kita berpikir ulang.
Cinta, …
-
Hujan di Jendela Bus
Hujan turun… turun lagi
Membasahi kaca jendela bus ini
Embun menari di permukaan
Menyembunyikan pohon ketapang di depan rumahKota berlalu… berlalu pergi
Harapan tersisa di setiap tetesan
Jalanan panjang tanpa ujung
Membawa mimpi yang tak kunjung tibaMenanti waktu… waktu berlalu
Menerima setiap detik yang hilang
Menjadi bagian dari hujan
Membiarkan diri hanyut dalam …
-
Drying Hair by The Fan
Through the bus window, I see
a girl, hair wet, drying
in front of a fan, her thoughts
scattered like leaves on a windy day
she wears a school uniformHer eyes are distant, reflecting
promises made and broken
in the quiet hum of blades
as if the world outside
is just a passing scene…
-
Bus Malam dan Seragam Sekolah
Di kursi belakang bus malam yang sepi,
dompet tertinggal, tak sengaja terlupa.
Seragam sekolah masih melekat erat,
menyimpan cerita hari yang panjang.
Tak ada yang tahu, kecuali malam.Lampu jalan menari di kaca jendela,
mengiringi bisikan halus angin malam.
Saksi bisu, aku merasakan luka,
yang ringan namun menggurat dalam.
Seperti bayang samar di kejauhan.Pelan-pelan, …
-
Jam Dinding yang Terhenti
Jam dinding berhenti di angka dua belas,
undangan tak terkirim terlipat rapi,
menanti tanpa pernah sampai.Kisah terulang, tak jua berubah,
seperti kata yang nyaris salah eja,
cinta bukanlah jawaban akhir.
-
Gelas Bening Berembun
A glass sits, clarity blurred by mist,
Voices dance, harsh and soft in the air,
Like a promise unspoken, it twists,
In silence, I listen, yet unaware.The invitation rests, unsent, untouched,
Words collide, a cacophony of dreams,
Through the fog, intentions are clutched,
In quiet corners, nothing's as it seems.Each word a whisper, …
-
Pelukan di Parkiran
Di ruang tunggu yang sepi,
udara mendekap erat,
tanpa kata, kita melepaskan
pelukan terakhir di parkiran,
suara adzan magrib merayap.Langit menggantung, tenang,
menyaksikan kita berpisah,
tanpa air mata, tanpa suara,
hanya langkah menjauh,
beriringan dengan senja.Rindu tak perlu kembali,
seperti angin membawa malam,
kita mengerti,
bahwa sunyi ini
bisa menjadi teman.
