puisi tentang menerima ketidakpastian
-
Kain Sarung di Kursi Plastik
Pagi merayap dalam kesunyian,
pintu terkunci dengan pelan.
Kain sarung terkulai di kursi plastik,
menyisakan jejak malam yang pergi.
Seolah berbicara pada sepi,
menggenggam manis yang menipu.Rumah ini menyimpan cerita,
di antara jendela yang tertutup.
Langit pagi terlalu biru,
menyembunyikan getir di ujungnya.
Kau tahu, rasa tak harus selesai.Kursi plastik berdiri sendiri,
seperti …
-
Whispers at Dusk
The phone sits silent and still,
awaiting a message that never arrives.
Adhan calls softly from afar,
a reminder of time that moves on.I sift through words unsent,
conversations hanging in the air.
The dusk wraps around my thoughts,
as I wait, aware yet unburdened.Memories blend into the present,
a tapestry woven with …
-
Kaleng Biskuit dan Langit Mendung
Di bawah langit mendung, menunggu
menunggu ojek datang, pelan
seperti kaleng biskuit bekasJahit waktu dengan sabar
jahit dengan jarum tajam
menembus kain hari iniDalam cermin, ada bayang
bayang yang tak harus selesai
seperti langit mendung ini
-
Seragam Tergantung di Kursi
Di sudut meja, laptop tertutup separuh
suara klik mouse masih terngiang di telinga
seragam sekolah tergantung di kursi
menunggu pagi yang tak kunjung tiba
seolah menanti jawaban yang tertundaKekhawatiran menyusup di setiap helaan napas
tapi wajah tetap ingin terlihat tegar
seperti seragam yang tak pernah lelah
menyerap peluh dan harapan
meski hari-hari terus bergulir…
-
Foggy Car Windows
Foggy glass. Smudged prints.
Traffic. Stuck. Unmoving.
Eyes glance at faded signs.
Breath held. Tension mounts.
Worries, hidden, beneath calm.Repeat. Repeat. Thoughts circle.
Hands wipe, clear, again.
Outside, distant, unreachable.
Signs tell stories, forgotten.
Silence, a friend, in chaos.Hope waits, quietly, inside.
Let go, let go, softly.
Shadows fade, unseen, gone.
Acceptance, without …
-
Ashtray at Dawn
In the hollow room, silence echoes
a prayer breaks through, gentle yet firm
from the minaret, it spills over
filling the morning air with restless notes
I pause, as if caught in a net
as the ashtray overflows with yesterday's regrets
and the night lingers in the cornersThe call, it rises and falls like …
-
Langkah di Depan Pintu
Di depan pintu, langkah berhenti,
sendal jepit tergeletak sunyi.
Aku menunggu, harap yang samar,
menghitung detik yang tak kunjung tiba…
seperti menanti hujan di musim kemarau.Dari masa depan, aku tersenyum,
melihat diriku yang dulu menanti.
Tak ada yang datang, tapi ada yang pergi,
ketenangan hadir di tengah ketidakpastian.
Seperti malam yang menemukan pagi.
-
Kursi Tunggu dan Detik Jam
Kursi tunggu di pojok ruangan, sunyi,
sunyi seperti detik jam yang berdetak,
berdetak di tengah pikiran yang gaduh.Gemeretak kayu, seolah berbisik,
berbisik cerita lama yang terlupakan,
terlupakan di bawah cahaya lampu redup.Tersisa hanya waktu menari perlahan,
perlahan aku sadari, kesedihan ini,
ini tak perlu tuntas untuk dilepaskan.
-
Whisper of the Fan
The fan hums a tune, a gentle roar,
hair dances in the breeze,
thoughts drift like leaves,
in the current of whispered dreams.
School uniform folded neatly,
a relic of days not far.Silent prayers weave through the air,
between gusts and pauses,
hopes float, fragile as dandelion seeds,
knowing the ground they may never …
