puisi tentang penyangkalan lembut
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Kau tahu, pagi ini terasa berbeda
Seperti menyapa seorang teman lama
Yang belum pernah kutemui,
Di antara aroma kopi yang dingin
Dan ketapang di depan rumah.Ada jeda di antara seruputan
Seolah ingin mengulur waktu
Sebelum gelap menyerah pada cahaya
Dan subuh menghapus sisa malam
Di jalan setapak menuju hari baru.Aku berbicara pada langit …
-
Cahaya Kulkas Tengah Malam
Kulkas, engkau berdiri kokoh di sana
Menjaga dingin di tengah malam, sunyi
Cahaya kecilmu menari, menari,
Menemani aku yang terjaga sendiriKabel listrik melintang di udara,
Menghubungkan dunia yang terjaga,
Seperti pikiran yang berulang, ulang,
Mengisi ruang kosong dalam jiwaAku bercerita padamu, kulkas tua,
Tentang mimpi yang tertinggal di masa lalu,
Yang kini terbang, …
-
Alarm dan Kaleng Biskuit
alarm berdering, memecah waktu pagi
jemari meraba, mematikannya pelan
kamar terasa berat, menahan hari
seperti kaleng biskuit bekas, penuh kenangan
di sudut meja, menyimpan jarum dan benang
mengumpulkan sisa hari yang berlalusuara burung di luar, nyanyiannya pilu
tapi di dalam, hening menguasai
tirai jendela masih menutup erat
seperti menolak cahaya yang datang
seperti menolak …
