puisi tentang perasaan tak tuntas
-
Gelang Kecil di Bawah Tempat
Di bawah ranjang, terselip kenangan,
Gelang kecil, berdebu, terlupakan,
Seperti sisa doa, yang tak terucap,
Suara adzan magrib, menggema jauh.Waktu, mengalir di celah-celah malam,
Menggenggam erat, lalu terurai,
Seperti janji yang tak pernah,
Benar-benar ingin ditepati.Antara dua dunia, kita melangkah,
Menggali arti, dari keping memori,
Di sana, ada tawa yang hilang,
Terbungkus halus, …
-
Jaket yang Tertinggal
Di kursi plastik, jaket itu tergeletak,
seperti menunggu, di antara kain sarung
yang terlipat rapi, tak ada suara.Aku menulis surat pada angin,
berharap pesan ini sampai padamu,
meski tak ada alamat yang pasti.Waktu berlalu, kerah jaket memudar,
menyimpan aroma yang kian samar,
tapi tetap aku simpan, seperti kenangan.Di ujung hari, aku menyadari,
…
-
Gerobak Nasi Goreng
Kursi-kursi berderak,
seolah mengucap selamat tinggal,
pada lantai dingin.Di kejauhan, bunyi gerobak,
mengisi malam yang kosong,
dengan aroma hangat.Seperti tamu yang pergi,
perasaan pun tak harus
selalu selesai.
-
Kursi Tunggu dan Detik Jam
Kursi tunggu di pojok ruangan, sunyi,
sunyi seperti detik jam yang berdetak,
berdetak di tengah pikiran yang gaduh.Gemeretak kayu, seolah berbisik,
berbisik cerita lama yang terlupakan,
terlupakan di bawah cahaya lampu redup.Tersisa hanya waktu menari perlahan,
perlahan aku sadari, kesedihan ini,
ini tak perlu tuntas untuk dilepaskan.
