Kursi-kursi berderak,
seolah mengucap selamat tinggal,
pada lantai dingin.
Di kejauhan, bunyi gerobak,
mengisi malam yang kosong,
dengan aroma hangat.
Seperti tamu yang pergi,
perasaan pun tak harus
selalu selesai.
Kursi-kursi berderak,
seolah mengucap selamat tinggal,
pada lantai dingin.
Di kejauhan, bunyi gerobak,
mengisi malam yang kosong,
dengan aroma hangat.
Seperti tamu yang pergi,
perasaan pun tak harus
selalu selesai.
by
Arti Faisal
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…
Di meja kayu, piring kosongtertinggal, sisa malamdalam kotak plastik,suara anak-anak…
Dari pengeras masjid, doa mengalunMenembus kabut subuh yang tebalSementara gerobak…
Di bawah sinar rembulan, Kusimpan harapan dalam bait-bait rindu, Menyusuri…
Di bawah jemuran, kau berlarimeninggalkan jejak kaki di tanah basahtak…
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…
Di bawah rintik air yang berjatuhan, Setiap tetesnya adalah harapan,…
Dari pengeras masjid, doa mengalunMenembus kabut subuh yang tebalSementara gerobak…
Koin berkarat tergeletak di altar,Wanginya dupa menyesakkan,Doa terucap dalam nada…

Leave a Reply