puisi tentang perjalanan hidup
-
Cermin Pagi dan Papan Nama
Menyisir rambut di cermin kabur,
pagi berbisik lewat jendela terbuka.
Catatan lama tergeletak di meja,
menyimpan cerita yang tak semua manis.Garis miring memisah antara kalimat,
seperti jarak antara kemarin dan hari ini.
Papan nama toko di ujung jalan,
pudar oleh waktu, tetap berdiri.Ragu menyelinap saat rambut terurai,
satu demi satu helai jatuh.
Membaca …
-
Rak Sepatu di Teras
Kerlip lampu stasiun menyambut pagi
Langkah kaki terdengar pelan di kerikil
Kau menoleh sekali, wajahmu samar
Di teras, rak sepatu berderet rapi
Menunggu kosong, seperti ruang hati
Di antara kita, ada jarak yang memudar
Namun tetap tak bisa terhapuskanKereta datang, suara nyaring membelah udara
Koper kecil kau genggam erat, berat
Seakan tahu, perjalanan ini …
-
Seragam Tergantung di Kursi
Di sudut meja, laptop tertutup separuh
suara klik mouse masih terngiang di telinga
seragam sekolah tergantung di kursi
menunggu pagi yang tak kunjung tiba
seolah menanti jawaban yang tertundaKekhawatiran menyusup di setiap helaan napas
tapi wajah tetap ingin terlihat tegar
seperti seragam yang tak pernah lelah
menyerap peluh dan harapan
meski hari-hari terus bergulir…
-
Jam Dinding di Ruang Tunggu
Di ruang tunggu ini, waktu terhenti
jam dinding tak bergerak, berhenti
pada angka dua belas, tak bergeming.
Suara sepatu beradu lantai, berbisik
mengisi sunyi yang melingkar di udara.
Ada yang menanti, ada yang bertanya
tanpa suara, hanya tatap mata.Kursi-kursi berderet, dingin dan kaku,
dingin dan kaku, menampung resah
dari mereka yang datang dan pergi.
…
