Kesombongan yang tak berujung,
Kekeliruan yang tak terhapus,
Saat kata-kata meluncur cepat tanpa kendali,
Apakah itu dirimu?
Kau yang disebut utusan dari langit yang agung,
Kau yang diangkat sebagai pemimpin di bumi,
Kau yang selalu dianggap karyaNya yang ideal,
Namun, kenyataannya, kau hanyalah cermin tak berdebu yang retak.
Tetesan di Ember
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…

Leave a Reply