Gerobak Nasi Goreng di Sudut

Di toko yang sepi, ibu memilih kain,
warna-warna berbaris diam,
seperti ingatan yang terpecah.
Aku menyapa seseorang yang tak terlihat,
menyimpan jeda panjang, di antara napas.
Gerobak nasi goreng berderit pelan,
menunggu malam datang.

Kekhawatiran menyelinap di sela-sela,
tapi aku berdiri kokoh,
tak ingin terlihat lemah.
Warna kain berpadu, membentuk cerita lama,
yang belum pernah kutemui.
Si penjual nasi goreng, tersenyum samar,
menawarkan aroma yang menenangkan.

Di tengah keraguan, aku menemukan,
ketenangan dalam keheningan,
yang tak pernah kurasa.
Langit malam membentang,
menyimpan rahasia yang belum terungkap.
Gerobak nasi goreng, tetap di sana,
mengiringi langkah kami pulang.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *