puisi tentang menemukan ketenangan
-
Atap Seng dan Titik Hujan
Di lorong yang panjang, aku duduk menunggu,
Dinding berbisik tanpa suara,
Jam berdetak, seakan tak beranjak,
Langit-langit seng menyambut hujan,
Menghantarkan aroma tanah basah.Angin menggesek daun jendela,
Menyelipkan dingin di sela jemari,
Mata menatap lantai berdebu,
Menyimak langkah yang tak kunjung tiba,
Sementara pikiran melayang jauh.Kursi-kursi kosong berbaris rapi,
Menanti cerita yang tak …
-
Jaket di Tangan
Di sudut kamar, jaket itu tergantung,
saksi bisu perbincangan malam.
Jam dinding berhenti di angka dua belas,
menyimpan detik yang tak pernah kembali.Aku tersenyum, meski bimbang mengintip,
dari balik mata yang pura-pura lupa.
Satu kata menghentak,
tenang.
-
Balon di Langit Tersangkut Kabel
Di tengah jalan, angin mengusik genggaman, balon melayang
warnanya cerah, bagai harapan yang terlepas dari tangan
terbang menari melewati kabel listrik melintang,
mengalir ke langit, tak peduli pada cerita yang tertinggal,
seperti kenangan yang tak ingin diingat,
namun terus membayang dalam diam yang tak terucap,
sampai akhirnya hilang di cakrawala.Badai datang, suara gemuruh menyertai …
-
Kabel Charger dan Kain Sarung
Kabel charger menggulung pelan
di tangan yang lelah meraba
seperti kenangan yang kusimpan
di antara kain sarung di kursi plastik.Menggulung, menggulung, tanpa suara
seperti rindu yang tak pernah tuntas
melingkar di sudut hati
mencari tempat untuk berlabuh.Di sini, aku bicara pada diri
mencari arti di setiap lilitan
menyimpan jeda panjang di tengah,
menghela …
-
The Floating Balloon
Dear sky, today I write with a smile,
as I watch the red balloon rise,
its ribbon slipping through fingers,
like whispers of promises, unfulfilled.
Below, a faded store sign watches,
letters worn by time and sun,
its silence louder than words.The balloon dances with the breeze,
a carefree wanderer in the blue,
while …
-
Papan Nama Toko Pudar
Di antara seruan pagi,
suara doa mengalir perlahan,
menyentuh jalanan sepi.Papan nama toko pudar,
mengisyaratkan kisah lama,
tertinggal di sudut kota.Menghapus waktu,
menemukan arti di sela bosan,
subuh yang enggan pergi.
-
Warung Kopi di Pinggir Jalan
di bawah lampu redup, bus malam melaju
aku duduk, mencoba mengingat-ingat
dompet tertinggal, rasa bingung menyelinap
di luar, warung kopi tampak sepi
asap mengepul lembut ke udara malam
berharap ada yang mengerti keraguan inilangit malam, saksi bisu kehilangan kecil
aku menatap cangkir kosong, meraba hati
cinta mungkin bukan jawabnya kali ini
hanya ada perjalanan …
-
Hujan di Atap Seng
Di bawah atap seng, hujan mengetuk lembut,
menemani detik-detik yang menggantung,
pesan itu tak kunjung tiba.Ruang kosong di layar, sepi tanpa suara,
seperti menunggu angin mengusap pipi,
tanpa harap, tanpa tanya.Kini, di antara rintik yang jatuh,
ada cahaya kecil menyusup,
mengisi kelelahan dengan damai.
-
Gerobak Nasi Goreng di Sudut
Di toko yang sepi, ibu memilih kain,
warna-warna berbaris diam,
seperti ingatan yang terpecah.
Aku menyapa seseorang yang tak terlihat,
menyimpan jeda panjang, di antara napas.
Gerobak nasi goreng berderit pelan,
menunggu malam datang.Kekhawatiran menyelinap di sela-sela,
tapi aku berdiri kokoh,
tak ingin terlihat lemah.
Warna kain berpadu, membentuk cerita lama,
yang belum pernah …
-
Newspaper on the Coffee Table
The sun pours through the window,
a newspaper rests, pages slightly curled.
Words pause, like breaths held,
on the woven mat, stories unfold.An empty cup, its warmth a memory,
echoes of conversations linger.
In the silence, headlines whisper,
tracing paths of long-gone laughter.Between lines, a quiet reflection
rests on the surface, yet unseen.
…
-
Suara Kipas Angin Berdecit
Kipas angin berdecit, memecah malam
menyusuri dinding, meniti waktu
dalam ruang yang menunggu
pikiranku terhenti di layar
menyimak, tanpa suara balasanDetik-detik bergulir, lambat
mengisi kesunyian dengan gema
langit di luar tetap menunduk
menyerap sisa-sisa harapan
yang menetes dari ujung jemariLelah menanti, aku beranjak
cahaya pagi menyelinap lembut
menghapus malam yang panjang
dan di …
-
Ashtray Full of Cigarette Ash
The door remains closed,
like a stubborn silence,
waiting in the air.The ashtray brims,
with whispers unsaid,
finding peace in uncertainty.
