musim hujan telah tiba,
dan siap menari,
musim panas terbenam,
tak ada jejak,
akan kutemukan langkahku,
dan nyalakan setiap bintang,
katanya,
siapkan hatimu,
dan sampaikan pada dunia,
semua yang memilih harapan adalah jiwa yang beruntung.
Tag Puisi: harapan di tengah kesulitan
-
Mencari Cahaya
-
CINTA DI BALIK HARI
Cahaya, tadi embun seolah tak mau menari
embun mungkin lupa cara bersinar
Cahaya, tadi angin seakan enggan
mungkin dia lelah akan desah yang hampa
Cahaya, hariku hari ini tak berwarna
Tapi mungkin hidupku adalah puisi terindah
JIKA CAHAYA TETAP BERSINAR 🙂
-
Langkah di Tengah Badai
Di tengah hujan yang tak kunjung reda
Langkah ini terhuyung-huyung
Suara hati teredam
Nafas ini mulai tersengal
Pikiran terperangkap dalam kabut kelam.
Semangat dan mimpi jangan pudar
Itulah seni bertahan
Sebuah perjalanan yang harus dilalui
Meski harus merangkak
Diiringi butiran air mata
Kekuatan dan keyakinan jangan pernah padam…
-
Cahaya di Ujung Jalan
Kau bagaikan embun di pagi hari,
menyusutkan hangatnya pelukan.
Kau bagaikan bintang di tengah badai,
dan aku hanya bisa menunggu.
-
Sang Penuntun Jalan
Di antara riuh suara malam,
Kau hadir dengan sinar harapan,
Meski langkahmu terhenti oleh keraguan,
Dan air mata menetes di pipi yang penuh luka,
Jika saat itu kami bersamamu, mampukah menahan derita?,
Dan mungkin akulah yang pertama terjatuh,
Ingin kuhadang gelombang yang merobek jiwa,
Ingin kututup telinga dari teriakan penuh benci,
Lihatlah umatmu kini,
Tak satu pun layak memimpin langkah kami,
Buka jalan itu ya Tuhanku,
Sang penuntun jalan pilihanMu.
Oh Pemimpin,
Kumohon bimbinglah langkahku,
Sekali nanti.
-
Di Ujung Harapan
ketika jiwa ini terjebak,
tersisa hanya cahaya samar,
meski kecil,
namun Sang Pencipta menginginkan kita,
meski kita penuh noda,
Dia mengajak kita kembali,
menuju jalan yang terang,
jalan yang penuh kasih dan harapan.
-
Pelaut yang Menggenggam Angin
Pelaut itu berlayar di lautan sunyi,
Seorang diri menantang ombak tinggi,
Tenggelam dalam gelombang harapan,
Menggapai bintang di ujung lautan.
Kudengar seruan angin berbisik,
Karena jiwanya tak pernah terhentik,
Keringatnya menetes di atas dek,
Perjuangannya takkan pernah lelah.
Tuhan, tenangkanlah badai di hati,
Akhir yang indah dalam pelayaran ini…
-
Para Penjelajah
di tepi samudera
para penjelajah melangkah jauh
kadang mereka terjatuh ke dalam ombak dan bangkit lagi
menggapai bintang di langit yang bergetar
tapi mereka berujar
kami takkan tenggelam dalam lautan bintang
mereka bernyanyi sambil terjatuh dan bangkit lagi
di tepi samudera yang bergetar
mereka berhasil menggapai bintang
mereka menyimpan bintang
dan bintang menyimpan mereka
di tepi semuanya sunyi dan terjaga
-
Perubahan yang Diperlukan
suaranya teredam angin,,
matanya kelam,,
karena kesal mungkin,,
terbakar oleh kata-kata yang tak terucap,,
dan ruang sunyi serta kenangan pahit,,
harus ada yang terobati,,
semua ini perlu terobati,,
maafkan aku,,
sulit untuk mengabaikanmu,,
karena memang harus terobati,,
kita mulai lagi,,
semuanya dari titik yang baru..
-
Untuk Angin yang Berbisik
desir angin berputar di antara dedaunan
menghantar aroma harapan
seperti langkah pagi yang cerah.
namun percayalah,
aku akan bertahan
terlebih aku sangat mengerti
bahwa dalam hidup tak selalu ada jawaban.
-
Kembali ke Hutan
KEMBALI KE HUTAN
Jika kamu merasa lelah menjelajah
Datanglah ke sini, aku akan tunjukkan jalan
Agar hatimu tenang.Jika kamu merasa terjebak dalam keraguan,
Datanglah ke sini, aku akan berikan peta
Agar langkahmu tak tersesat.Jika kamu merasa terasing dalam keramaian,
Datanglah ke sini, aku akan sediakan tempat
Agar kamu merasa diterima.Jika kamu merasa tak berdaya,
Datanglah ke sini, aku akan ingatkan
Bahwa kamu adalah pejuang.Jika kamu mengingat jejakku,
Jangan datang ke sini, cukup tanamkan harapan
Karena itu yang aku lakukan setiap kali memikirkanmu.Dan jika kamu mencariku, tak perlu ragu
Karena di dalam hutan ini,
Aku selalu ada di dekatmu.
-
Di Ujung Rimba
Desir di hutan
Mengalir lembah, sunyi membentang
Rindang pepohonan, berbisik
Kerap kali mengusir rasa hampa
Lalu bagaimana hendak kutulis
Seribu jejak yang terukir
Sekadar goresan
Perih di hati dan jiwa
Awan menunduk
Mematahkan harapan yang berkelok
Saat baru terkejar cahaya pagi
Katanya
“Jangan sia-siakan setiap pelajaran
Tiada manis tanpa getirnya”
Muara dewasa pun tak henti bersuara
Menyeru ku kembali mengisi ruang
Katanya
“Kau masih belum siap
Dunia ini panggung tanpa bentuk”
Mahu tak mahu
Ku tetap penjelajah-Nya
Andai tak terduga bukan manusia
Selagi bernyawa, ku coba
Semua tantangan dan uji jiwa
Kan ada makna
Ku jala hikmah, menebar doa
Ku kail harapan, beban melekat
Ku tangkap bahagia, tersedak duka
Janji ku coba, janji ku uji
Setiap sukar dan sempurna
Selagi hati belum padam, selagi rasa bersemayam di dada, selagi jiwa mendamba cahaya, selagi jasad menuntut sejahtera, selagi hidup berlapis makna
Selagi itu,
Kau
Ku panggil yang Maha Kuasa
-
LAGU DI BALIK HUTAN
ku jejakkan langkah di antara deru angin
ku ukir harapan di atas ranting patah
meski terjatuh dalam gelap malam
takkan ku biarkan cahaya padam dalam jiwawalau badai menerpa dengan ganas
akan ku temukan secercah sinar di balik awan
meski tak semua mimpi terwujud nyata
akan ku jaga satu harapan dari sebuah perjalanan
-
Langkah di Tengah Hujan
Hembusan angin,,
menyapa dedaunan basah,,
sejuk sekali,,
hingga pelangi muncul,,
warna-warninya ceria,,
jalan setapak ini terasa,,
kadang terjal,,
kadang licin,,
namun aku terus melangkah,,
demi harapan dan ibuku,
-
Secercah Harapan
Dalam gelap malam yang sunyi
Ku temukan cahaya kecil
Dari perjalanan panjang ini
Karena itu…..
Sebelum semua berakhir
Sebelum semua terlupa
Sebelum langkah terhenti
Aku ingin,
Memberikan
Secercah harapan
Harapan
Seperti yang pernah
Menghangatkan jiwaku.
Terima Kasih Ayah.
-
Refleksi di Tengah Hujan
Di bawah rintik, aku berdiri
Menghadapi jendela berembun
Mencari arti di balik derai
Tanpa peduli basah yang menyentuh
Aku seorang wanita,
Apa yang kuinginkan?
Mengapa keraguan membelenggu?
Kata orang, suara lembut bisa mengubah segalanya,
Tapi benarkah itu nyata?
Aku berusaha menerima
Menjadi pemimpin bukanlah hal sepele
Aku ibu yang harus tegar
Aku juga istri yang setia dan berbakti
Aku anak yang patuh pada orang tua
Aku pejuang yang siap berkorban untuk bangsa
-
Jejak yang Hilang
Saat yang terikat kini sirna,
Tentu Sang Pencipta tak berkenan,
Dan saat yang baru datang bersemi,
Tentu Sang Pencipta menginginkan…
-
Kedamaian Dalam Hati
Kedamaian ini tumbuh perlahan,
Dari kerumunan suara yang gaduh,
Keinginan yang liar dan tak terarah,
Hingga cahaya datang menuntun,
Mengajari kita akan arti,
Hidup yang penuh makna dan kasih.
Semoga kedamaian ini abadi,
Seperti embun pagi yang menyegarkan,
Penuh harapan, penuh keindahan.
