Kau bagaikan embun di pagi hari,
menyusutkan hangatnya pelukan.
Kau bagaikan bintang di tengah badai,
dan aku hanya bisa menunggu.
Tetesan di Ember
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…
Kau bagaikan embun di pagi hari,
menyusutkan hangatnya pelukan.
Kau bagaikan bintang di tengah badai,
dan aku hanya bisa menunggu.
by
Arti Faisal
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…
Di meja kayu, piring kosongtertinggal, sisa malamdalam kotak plastik,suara anak-anak…
Dari pengeras masjid, doa mengalunMenembus kabut subuh yang tebalSementara gerobak…
Setiap detik namamu terucap, Di antara 7 bintang yang berkelip,…
Di bawah rintik air yang berjatuhan, Setiap tetesnya adalah harapan,…
Kau tahu, Aku telah lama merasakan, Tak ada perjalanan yang…
Setiap detik namamu terucap, Di antara 7 bintang yang berkelip,…
Butir embun menetes di dedaunan.. Diam-diam menyimpan rasa yang dalam..…
aku terjebak dalam malam yang kelam mengoyak rasa membangun kesedihan…

Leave a Reply