Jika perjalanan itu singkat, kenyataannya tak begitu. Mimpi selalu ada dan harapan tak terwujud secepatnya. Hidup kadang penuh warna, sementara warna harus memiliki arti.
Kata orang, arti dari yang datang pasti akan pergi. Mengapa tidak mengejarnya? Menggenggamnya erat dan tak membiarkan melangkah pergi. Hingga akhirnya sirna, dan jejaknya takkan pudar selamanya.
Tag Puisi: kenangan yang tak terlupakan
-
Kisah di Ujung Jalan
-
Rindu di Ujung Senja
Di tepi laut,
Anak-anak berlarian,
Gelombang berbisik,
Saat perpisahan menjelang…Kami semua terdiam,
Air mata menetes,
Do’a mengalir lembut,
Menyusuri batas waktu…“Ya Tuhan,
Jarak ini menyesakkan,
Namun harapan takkan padam,
Satukan kembali jiwa yang terpisah,” amiin…
-
Gema di Antara Bintang
Di langit malam berkilau cahaya,
Berserakan harapan di antara bintang,
Tinggallah disini, sahabat jiwa,
Walau rindu menuntut kita terbang tanpa batas.
-
Senyum di Ujung Jalan
berikan aku kesempatan lagi
menyusuri jejak yang kian samar
jejak yang hampir terhapus,
seperti embun pagi yang menguap
menyapa setiap langkah yang terhenti
sepasang aliran yang menyejukkan
yang pernah kutemui dalam tawa
pelukan hangat seorang sahabat
hingga langkahku beranjak jauh dan pergi
sentuhan itu kini terasa begitu jauh.
aku merindukanmu, Temanku.
-
Jejak di Pasir
Jejak langkah menorehkan kisah
beragam warna telah kita ukir
canda dan air mata
tersimpan dalam jiwa
Sahabat…
genggam hatiku
aku ada dalam detak nadimu
meski terpisah oleh lautan dan waktu
aku selamanya bersamamu
-
Kisah dalam Angin
Angin berbisik lembut,
setiap detik mengukir cerita.
Jejak langkah di atas pasir,
kadang samar, kadang jelas,
atau hanya kenangan yang menguap.
Semoga di hari-hari mendatang,
setiap hembusan membawa makna,
setiap cerita berharga.
Selamat menyambut hari baru,
semoga lebih bermakna.
-
Jejak di Pasir
Aku ingin mengukir setiap harapanmu,
dalam cahaya senja yang tak pernah pudar,
aku akan melangkah tanpa sandal di tepi pantai,
aku akan memberikan apa yang bisa kupersembahkan,
aku akan menggenggam tanganmu di setiap detik, di setiap gelombang,
tapi aku tak ingin,
karena kau tahu, kau ingin menjelajahi lautanmu sendiri,
aku akan berkorban demi senyummu yang berkilau,
aku akan berlari ribuan langkah di pasir basah,
hanya untuk memastikan kau tak terjatuh,
aku akan tersenyum di hadapanmu meski hatiku terluka,
aku akan terus tertawa saat badai datang,
aku hanya bisa menerima segala kesalahanmu,
bukan orang lain,
aku akan menuntunmu di antara ombak kehidupan,
seiring waktu yang tak henti berputar,
hanya saja, jangan kau lupakan, karena kau akan selalu menjadi bagian dari jiwaku.
-
Jejak Kenangan
Jejak kenangan
sejumput embun pagi
serta secangkir teh hangat
manis dan pahit berkelindan dalam hening
mengurai cerita yang tak terucap
meski tak ada suara
setidaknya hati pernah bergetar
analogi rindu terbenam dalam sepotong harapan
-
Kau, Dia, Kita
Untukmu sahabat yang selalu memanggilku penjelajah terbaik
Jika nanti aku datang dengan peta penuh rahasia, percayalah itu bukan untukmu.
Untukmu sahabat yang selalu menyebutku pelangi di senja
Jika nanti aku datang dengan awan kelabu, percayalah itu bukan untukku.
Suara hati yang selalu bergetar dengan tawa kita
Tapi aku bukan Dia, ceria.
