Setiap detik namamu terucap,
Di antara 7 bintang yang berkelip,
Di atas langit biru yang luas,
Semoga meluncur hingga ke puncak, kembali ke bumi sebagai anugerah.
Tag Puisi: perasaan yang mendalam
-
Suaraku di Angkasa
-
Permintaan Tak Terduga
Aku pemuda, dia gadis
Aku melihatnya, dia melihatku
Hatiku bergetar, lalu bertanya
“Maukah kau jadi teman hidupku?”
Dia tersenyum, tanda setuju
“Tapi ada syarat yang harus kau tahu,” katanya
“Sampaikan saja! apa syaratnya,” kataku
“Aku butuh banyak kasih sayang”
“Hanya itu !?” tanyaku
“Ya, hanya itu, Cinta, Kesetiaan, Perhatian, dan Komitmen.”
“Jadi kapan kau akan mengajakku?” sambungnya kemudian
Tak menjawab, aku melangkah pergi, takut akan PERMINTAAN.
-
Sungai yang Mengalir Rindu
jika kau berada di sana dan memikirkan aku
serta berharap aku segera melangkah
menghapus jejak air mata kerinduan yang tak sirna
maka wujudkan sungai
yang mengalir di antara bebatuan
atau suara burung hantu
dan riak air yang bergetar lembut
bahwa aku menyusup
dalam tiap kata dan celah jari-jarimu yang anggun
membawa buah ceri yang manis
hingga tulisan yang kau pegang
lalu kau gores bisa kau rasakan
semanis ceri yang dipetik
para penjaga hutan yang selalu setia
pada puisi.
jemput dan hapus kerinduanmu itu
dengan sekali pelukan
lalu kita akan mengalirkan rasa
dengan perasaan yang paling ceria
membuat dewi asmara pun terpesona
dengan cemburu yang menyala
dan menyusup pada relung hatinya.
-
Cahaya Senja
Dua cahaya senja adalah sinar yang hangat
Dua cahaya senja berbicara dalam bisu yang dalam.
Rindu bukanlah hanya milik malam yang kelam
Keduanya sama paham, keduanya takkan surut.
Dua cahaya senja terbenam di langit yang cerah
Keindahan tanpa hiasan, tanpa gemerlap.
Dua cahaya senja adalah pelabuhan yang tenang
Secangkir teh di sore hari dan cerita yang terpendam.
-
Seribu Bintang
Seribu bintang menghias malammu,
Seperti seribu harapan berkelip di angkasa,
Cahaya,,terpesona,,hingga kata-kata tak mampu terucap,
Sehelai awan dan setetes hujan,
Kata-kata itu membuatku terdiam,
Apakah ini yang dinamakan kerinduan,
Kerinduan akan kehangatan,
Kerinduan akan sentuhan kasih yang tak kunjung datang,
-
Rasa yang Tak Terduga
Ikatan ini seperti kopi,
amerah dan pahit,
secangkir hangat yang menghangatkan,
terkadang menyengat,
seperti rempah yang menggoda,
selalu ingin diseruput lagi,
cinta,
cinta seperti embun,
tak peduli,
akan selalu ada di pagi hari,
dan takkan pernah pudar,
dan saat kau temukan seseorang yang membuatmu bergetar,
jangan sia-siakan untuk mengucapkan,
aku mencintaimu,
-
Anak Angin
di tengah angin,
adakah pelabuhan kecil
yang bisa disinggahi
sejenak untuk bernaung, hanya sekejap
bagi anak jiwaku yang menggigil,
yang ditinggal ayahnya?bisa kau lihat senyumnya yang tulus
cahaya wajahnya yang hangat dan ceria
atau bisa kau dengar sendiri
suara tawanya yang menawan
atau kau juga bisa merasakan
keheningan angin yang menyentuh kulitnyamenggugah rasa di langit puisi
lalu berhenti sejenak
angin memandangnya dengan penuh kasih,
bahwa ia hanya ingin pelabuhan kecil
untuknya bernaung, yang sederhana sajatapi tak ada, ia masih terlampau muda
jika harus menanggung beban pada hati dan bahunya
yang kecil, yang rapuh, dan yang tak terlindung
lalu angin berbisik dan berkata,
bernaunglah padaku anak jiwa
di pelukanku yang dipenuhi harapan.
-
Sebelum Embun Mengering
Sebelum embun mengering di pagi hari…
Menelusuplah engkau dalam jiwaku,
Selamanya kasih bergetar dalam nadiku,…
Hanya untukmu…
-
Menelusuri Jejak Rindu
Berserakan semua,
pasir dan kerang,
jiwa ini bergetar,
terbayang senyummu,
berlari-lari,
dalam ingatan yang mendalam,
saat hati ini terjaga,
semuanya terlupa,
tak seperti kini,
rindu yang tak terukur,
melayang dan sirna,
mungkin aku masih ingin menelusuri jejak rindu
-
dalam pelukan malam
DALAM PELUKAN MALAM…!!!!!!!
Saat bintang berkelip,
Menggugah jiwa yang terlelap,
Hening suara angin berbisik,
Menggugah rasa akan kasih yang abadi,
Pelan-pelan cahaya menembus ruang,
Seolah tak ingin mengganggu rasa,
Tenang seolah dunia tak berputar,
Senyum bulan menyapa dengan lembut,
Namun saat cahaya menyentuh hati,
Nyata kehadirannya menggetarkan jiwa,
Tanpa diminta air mata jatuh,
Suasana sunyi seolah terkurung,
Di tempat yang tak pernah ku duga,
Pikiran seolah melayang jauh,
Alunan malam masih bergetar,
Tapi suara itu lebih kuat mengguncang rasa,
Mengapa!!!! Mengapa harus begini,
Keadaan ini membunuh harapan,
Aku melangkah memasuki ruang sunyi,
Suasana yang tak pernah ku impikan,
Keadaan yang paling ku takuti kini datang,
Sungguh..!!!benci, aku benci pada semua ini,
Mengapa kini saat mimpi hampir terwujud,
Segalanya bergerak seolah tanpa jiwa,
Ku tatap wajah lesu saudara,
Oh..tuhan apakah kasih,
Pada ibu, al-fatihah untukmu,
Pada ibu, insyaallah surga menantimu,
Pada ibu, yassin dan doa untukmu,
Pada ibu, cinta kami bersamamu,
Pada ibu, kami menyayangimu,
Pada ibu, kau kan selalu di ingatan,
Pada ibu, ku butuh maaf darimu,
Pada ibu, ku perlu kasih sayangmu,
Ibu, ibu, ibu……. al-fatihah untukmu,,,,
Ibu, ibu, ibu,,salam rindu ku kirim,
Dalam yassin dan doa yang terucap melalui
-
Lagu untuk Bintang
Seuntai nada kupersembahkan
Untukmu yang bersinar terang
Dengan irama penuh rasa
Atas sinarmu yang menghangatkan
Kau hapus gelapku
Berikan harapan yang berkilau
Dengan cahaya
Kau ajarkan arti hidup
Namun apa daya, tak mampu kubalas
Bahkan, seribu bulan tak cukup menggantikan kasihmu
Yang kubawa hanyalah
Kesedihan dan kerinduan bagimu
Dengarkanlah lagu ini
Hingga ku dapat memohon padamu
Hingga kudapat ungkapkan
Ku mencintaimu Bintang
-
Malam di Tepi Laut
Di tepi laut, perempuan itu terlelap,
ombak ombak berbisik lembut,
bulan menggantung di langit, bersinar,
aku menggigil menanti, menatap,
ketika cahaya bulan menyentuh wajahmu,
kau terbangun,
sungguh menawan,
namun kenapa kau terbuai di pasir,
sungguh ku ingin membawamu jauh,
dari dingin malam yang menyelimuti,
agar kau merasa hangat dan terjaga,
-
Sejak Senja Berbicara
Sejak cahaya meredup di ufuk barat
Sejak setiap detik mengalir penuh rasa
Sejak suara angin menyanyikan kisah kita
Sejak aku menaruh harap pada sinar
Sejak langkahmu menari di antara bayang
Sejak hatiku bergetar oleh rasa cemburu
Sejak saat itu keyakinanku
Bahwa waktu tak pernah sia-sia
Bahwa takdir selalu menanti
Dan sejak saat itulah padamu
Rinduku menggelora tak terhingga…
-
Seruan di Tengah Hujan
mengagumimu adalah embun pagi yang tak pudar oleh siang, tidak pula cahayanya terhalang awan kelabu dimana kupu-kupu kecil menari di antara dedaunan hijau dengan sayap-sayapnya yang ceria.
jangan biarkan waktu berlalu, kasih. aku butuh tawamu yang menghidupkan bait-baitku agar aku tetap bernyawa. dan meski aku harus pergi, ingin aku terpatri dalam detak jantungmu.
-
Tak Terpisahkan
Aku tak bisa menjauh darimu
Hingga malam pun jenuh,
Detik dan menit hingga tahun dan dekade kita jalani,
Sukar,, sungguh sukar,,
Seperti burung dengan sarangnya,,
Seperti air dengan sungainya,,
Tak mungkin saling membenci,,
Tak mungkin saling menyalahkan,,
Tak mungkin pula saling menjauh,,
Karena aku cinta,, kamu cinta
-
Sajak Senja
Bersandar pada lagu ombak berbisik
Kau di hadapku bergaun sutra pagi
Di dalam matamu cahaya bintang dan bulan
Harum embun menari di antara tawa
Sepi menyapa, malam dalam harapan datang
Mengalir lembut di permukaan hati
Dan dalam jiwaku mengalun nada
Menari merayakan seluruh rasa
Hidup dari harapanku, jendela terbuka
Selama matamu bagai fajar menanti
Selama kau nyawa mengalir dari jiwa
Antara kita, waktu takkan memisahkan
-
Kekasih dalam Hujan
Kekasih dalam hujan
Bagiku, kau adalah hujan yang menari
Bagiku, kau adalah pagi yang cerah
Kasihmu mengalahkan pelangi di ufuk sana
Cahaya senyummu mengalahkan sinar mentari
Keanggunanmu tak tertandingi seperti embun di dedaunan
Aku mencintaimu, oh kekasihku
Bawalah aku ke pelukan awan
Ajaklah aku melangkah di atas pelangi ini
Akan aku ingat bahwa kau adalah cahaya yang membangunkanku
Membangunkanku dari mimpi yang indah
Membuatku merasa hidup saat bersamamu
-
Rindu dalam embun
Di sinilah aku menanti pagi,
Yang menebar harap di antara embun,
Pada desiran dedaunan yang berbisik,
Segera datang menembus batas jendela demi sebuah hangat
…
-
SANG SURYA DI BALIK AWAN
mengukir cahaya dalam gelapnya malam
hanya akan membuat rembulan itu
seperti embun pagi yang terhapus
oleh hangatnya sinar mentari.
sungguh, tak mampu aku mencari
sebuah makna yang terlampau samar,
dengan warna yang lebih pudar dari
cahaya bintang menjelma
keheningan di tengah riuhnya.jika kelak terlintas tanya dalam
benakmu yang bimbang itu,
dari apa jiwa para pelukis terlahir?
sebab hadapilah cermin yang
tak menyimpan rahasia;
awan berarak di pelupuk matamu,
nyanyian burung bersemayam pada
suara lembutmu, dan sinar pagi
mendamaikan hatimu.dan, kupastikan semua itu tak akan sirna.
lantas air mata, yang tak serupa
apapun dalam dirimu, ambillah,
karena hanya ia yang tersisa.
agar tiap goresan yang keluar dari
ujung kuas ini menjadi utuh
dan yang terlukis menjadi abadi.
-
Lagu di Tengah Hujan
aku menantimu di pelataran basah
sekadar merajut harapan yang hilang
tentang kisah yang selalu terulang
tanpa henti dan datang begitu tiba-tiba, di hadapanku;
engkau yang membawa senyum cerah
tempat segala rindu yang ingin kau sampaikan
seutuhnya kutangkap menjelma embun pagi yang menyejukkan.
